Blok-a.com – Mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy. Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Bloomberg New Economy pada 9 April 2025 di New York, Amerika Serikat. Penunjukan ini menambah daftar kiprah Jokowi di panggung internasional setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai kepala negara pada 2014–2024.
Dewan penasihat Bloomberg New Economy dipimpin oleh dua tokoh ternama dunia, yakni Gina Raimondo, mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat, dan Mario Draghi, mantan Perdana Menteri Italia sekaligus mantan Presiden Bank Sentral Eropa. Keduanya dikenal luas sebagai figur dengan pengalaman panjang di bidang ekonomi global.
Apa itu Bloomberg New Economy?
Bloomberg New Economy merupakan sebuah platform global yang dibentuk pada 2018. Kehadirannya didorong oleh kekuatan ekonomi dunia yang bergeser dari Barat menuju Timur, dan dari Utara ke Selatan. Platform ini berfungsi sebagai ruang pertemuan bagi para pemimpin dunia, baik dari pemerintahan maupun sektor bisnis. Untuk membahas isu-isu transformasi ekonomi yang kian mendesak.
Fokus utama Bloomberg New Economy mencakup peningkatan akses terhadap teknologi, perdagangan, investasi, pendidikan, inovasi, serta upaya mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. Sejak awal berdiri, komunitas ini berhasil menghimpun lebih dari 1.500 pemimpin dunia, termasuk kepala negara, CEO perusahaan multinasional, menteri, investor, hingga inovator dan aktivis.
Selain itu, Bloomberg New Economy juga aktif menyelenggarakan forum internasional yang mempertemukan para pemikir dan pengambil kebijakan untuk merumuskan langkah-langkah konkret menghadapi tantangan global. Tahun ini, forum unggulan Bloomberg New Economy akan kembali digelar, tepatnya di Singapura pada 19–21 November 2025.
Acara tersebut akan berlangsung selama tiga hari, dengan berbagai sesi pleno dan diskusi kelompok yang mengangkat tema “Thriving in an Age of Extremes” atau “Berkembang di Era Ekstrem.” Tema ini mencerminkan kondisi dunia yang tengah menghadapi ketidakpastian, baik akibat dinamika geopolitik, krisis iklim, maupun transformasi teknologi yang cepat.
Peran Dewan Penasihat Global
Untuk memperkuat arah kebijakan dan strategi, Bloomberg membentuk Dewan Penasihat Global pada April 2025. Dewan ini terdiri atas tokoh-tokoh dengan pengalaman luas di bidang ekonomi, politik, hingga organisasi multilateral. Tugas utama mereka adalah memberikan perspektif strategis serta rekomendasi yang relevan dalam merespons berbagai tantangan kompleks dunia.
Selain Jokowi, sejumlah nama besar yang duduk dalam dewan ini antara lain Marc Rowan (CEO Apollo Global Management), Gita Gopinath (Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMF), Ravi Menon (Duta Aksi Iklim Singapura), dan Noubar Afeyan (Pendiri Moderna).
Figur-figur lain yang juga dipercaya mengisi posisi penasihat termasuk Dawn Fitzpatrick (CEO Soros Fund Management), Josephine Wapakabulo (Pendiri TIG Africa), hingga Gan Kim Yong (Wakil Perdana Menteri Singapura).
Dari jajaran tersebut, Jokowi menjadi satu-satunya mantan kepala negara, yang menunjukkan pengakuan terhadap rekam jejaknya dalam memimpin Indonesia.
Sejauh ini, belum ada penjelasan resmi terkait alasan spesifik penunjukan Jokowi sebagai anggota dewan penasihat. Namun, Bloomberg menekankan bahwa pemilihan anggota didasarkan pada rekam jejak panjang, pengalaman kepemimpinan, dan kemampuan memberikan perspektif global.
Dalam profil resminya, Bloomberg menuliskan bahwa Joko Widodo adalah seorang politisi, insinyur, dan pengusaha yang menjabat sebagai Presiden Indonesia periode 2014–2024. Ia dicatat sebagai presiden pertama Indonesia yang tidak berasal dari lingkaran elite politik maupun militer. (mg2)
Penulis: Muhammad Naufal Abiyyu (mahasiswa magang UTM Bangkalan)










Balas