Banyuwangi, blok-a.com – Penutupan jalur Gumitir yang sudah memasuki minggu kelima berdampak besar terhadap aktivitas di Pasar Hewan Glenmore, Banyuwangi. Para pedagang sapi dan kambing mengeluhkan sepinya pembeli hingga membuat harga hewan ternak turun drastis.
Salah satu pedagang sapi asal Rogojampi, Moh. Ikhsan (53), mengatakan ungkapan yang tertulis di pintu belakang mobil pikapnya, “Kuat Di Lakoni, Gak Kuat Tinggal Ngopi”, mewakili keresahan para pedagang.
“Itu memang ungkapan kami, para pedagang sapi di Pasar Hewan Glenmore dampak adanya penutupan jalur Gumitir yang sudah memasuki Minggu ke-5, ditambah dengan hari pasaran yang jatuh pada Jumat Legi,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Ikhsan menambahkan, kondisi ini membuat pedagang merasa seperti hidup segan mati tak mau. Namun, ia menegaskan mereka tetap harus bertahan karena berdagang hewan ternak adalah mata pencaharian utama.
“Mau bagaimana lagi, bagaimanapun beratnya ujian ini harus dihadapi agar kita bisa bertahan hidup, lantaran memang ini sudah menjadi mata pencaharian kami,” imbuh Ikhsan.
Koordinator Pasar Hewan Glenmore, Muh. Habibi, melalui stafnya Agung, membenarkan jumlah sapi dan kambing yang masuk pasar menurun drastis karena minimnya pembeli dari dalam maupun luar daerah.
“Pada hari pasaran yang bertepatan dengan Jumat Legi ini, ditambah dampak penutupan jalur Gumitir pada Minggu ke-5, hari ini jumlah sapi yang datang kurang dari 80 ekor,” ungkapnya.
Untuk kambing, sebelum penutupan jalur Gumitir, pendapatan retribusi bisa mencapai Rp250 ribu. Namun hingga siang hari, hanya terkumpul Rp75 ribu.
“Harga sapi juga mengalami penurunan. Saat ini sapi limousin jantan umur 1 tahun, yang biasanya Rp15-16 juta, turun jadi Rp13-14 juta,” tambah Agung.
Pasar Umum Glenmore Masih Stabil
Meski pasar hewan lesu, kondisi berbeda terlihat di Pasar Umum Kelas II Glenmore. Petugas juru pungut retribusi, Gunawan, menyebut pendapatan pasar umum tetap stabil.
“Pendapatan untuk Pasar Umum Glenmore tetap stabil, tidak ada kenaikan dan penurunan,” jelasnya.
Selain itu, harga bahan pokok penting (bapokting) juga cenderung turun. Harga cabai yang sebelumnya tinggi kini lebih terjangkau.
“Untuk harga cabai, baik itu cabai merah besar, rawit maupun cabai hijau, hari ini harga jualnya semuanya hanya Rp30 ribu per kilogram,” kata Gunawan.
Harga bawang merah pun turun dari Rp55 ribu menjadi Rp46 ribu per kilogram.
Berikut data harga bapokting di Pasar Daerah Banyuwangi per Jumat (22/8/2025):
- Beras medium Rp13 ribu/Kg
- Beras premium Rp15 ribu/Kg
- Gula pasir Rp16.500/Kg
- Telur ras Rp26.500/Kg
- Minyak goreng premium Rp22 ribu/L
- Minyak goreng medium Rp20 ribu/L
- Minyak curah Rp19 ribu/Kg
- Minyakkita Rp17 ribu/L
- Daging sapi super Rp125 ribu/Kg
- Daging ayam potong Rp29 ribu/Kg
- Daging ayam kampung Rp80 ribu/Kg
- Bawang putih Rp30 ribu/Kg
- Kacang hijau Rp23 ribu/Kg
- Kacang tanah Rp26 ribu/Kg
“Mudah-mudahan informasi harga bapokting ini bisa menjadi panduan belanja bagi ibu rumah tangga dan para pelaku UMKM bidang kuliner,” pungkas Gunawan.(kur/lio)









