Pemkab Mojokerto Dorong IKM Go Digital, Perluas Pasar Lewat Media Sosial

Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian saat memberikan sambutan (Foto: Kominfo)
Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian saat memberikan sambutan (Foto: Kominfo)

Mojokerto, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mendorong transformasi digital bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk memperluas jangkauan pemasaran produk. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Social Media Marketing bagi IKM Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 di Kecamatan Pungging, Rabu (26/8/2026) siang.

Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian atau yang akrab disapa Mas Wabup mengatakan, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi industri kreatif dan produk olahan yang cukup besar. Potensi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari kuliner, tekstil, alas kaki, batik hingga beragam produk kerajinan tangan.

Namun, menurut Rizal, potensi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi digital, khususnya dalam hal pemasaran.

“Media sosial saat ini bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan instrumen vital untuk promosi, membangun merek, dan memperluas pasar. Dengan media sosial, produk IKM Mojokerto tidak lagi terbatas di pasar lokal, tetapi bisa menembus pasar nasional hingga internasional,” ujar Rizal saat membuka kegiatan.

Ia meminta para pelaku IKM mulai mengubah paradigma dalam menjalankan usaha. Menurutnya, menghasilkan produk berkualitas saja belum cukup apabila tidak disertai strategi komunikasi pemasaran yang tepat.

Karena itu, pelaku IKM perlu memperhatikan sejumlah aspek pendukung, seperti penguatan identitas merek atau branding, desain dan kemasan produk, legalitas usaha, hingga konsistensi menjaga kualitas produk yang dipasarkan secara daring.

Rizal berharap pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga mendorong pelaku IKM untuk menerapkannya secara langsung dalam mengembangkan usaha.

“Kami ingin IKM Kabupaten Mojokerto tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh, naik kelas, dan bersaing secara berkelanjutan. Peningkatan kapasitas ini pada akhirnya akan mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat struktur ekonomi daerah,” tegasnya.

Kegiatan pembinaan dan pelatihan tersebut diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto dengan melibatkan sejumlah pihak lintas sektor. Di antaranya Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mojokerto, pihak Kecamatan Pungging, serta Rumah BUMN Cabang Mojokerto.

Pelatihan juga menghadirkan narasumber dari Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Mojokerto serta praktisi dari CV Riyadi Digital Creative.

Melalui kegiatan tersebut, para pelaku IKM diharapkan semakin memahami pemanfaatan media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran. Tidak hanya untuk memperkenalkan produk, tetapi juga membangun citra usaha, menjangkau konsumen yang lebih luas, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Pemkab Mojokerto menilai penguatan kapasitas pelaku IKM di tengah perkembangan ekonomi digital menjadi langkah penting untuk mendorong pertumbuhan sektor industri daerah.

Dengan kemampuan pemasaran digital yang semakin baik, produk-produk IKM Mojokerto diharapkan mampu naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat, baik di tingkat regional, nasional maupun pasar global.(Sya)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu lingkungan hidup, hukum dan kriminal, sosial, politik, dan peristiwa terkini di Kabupaten/Kota Mojokerto, dan Jombang.