Jember, Blok-a.com – Mulai hari Sabtu, 16 Mei hingga Minggu, 17 Mei 2026, Alun-Alun Jember disulap menjadi panggung hiburan raksasa lewat gelaran aktual Karnaval SCTV.
Isu mengenai kebutuhan ruang hiburan terbuka yang ramah dompet menjadi sangat aktual, dan Pemkab Jember menjawab keresahan tersebut dengan memastikan seluruh rangkaian acara ini bisa diakses secara gratis oleh siapa saja.
Karnaval ini menjadi sangat viral di media sosial lokal karena membawa rombongan artis papan atas dan band-band idola lintas generasi yang sedang naik daun di tangga musik nasional.
Warga Jember bisa menyaksikan langsung penampilan live dari band legendaris seperti Letto dan Kuburan Band, hingga musisi aktual yang digandrungi anak muda saat ini seperti Gilga Sahid, Raisa Anggiani, dan Batas Senja. Tak ketinggalan, panggung juga akan digoyang oleh penampilan energik dari Dewi Persik, Duo Anggrek, Bian Gindas, serta penyanyi Vita Alvia yang siap menghidupkan atmosfer malam minggu warga Jember.
Kepala Disporabudpar Jember, Bobby Arie Sandy, menjelaskan antusiasme aktual masyarakat dan bagaimana pemerintah daerah mengemas event ini agar ramah untuk semua kalangan usia.
“Tren hiburan saat ini menuntut kemasan yang interaktif dan seru, bukan cuma tontonan satu arah. Karena itu, dalam Karnaval SCTV Jember ini, kami tidak hanya menyajikan konser musik artis ibu kota, tapi juga menghadirkan beragam kompetisi yang melibatkan kreativitas warga. Ada Karnaval Talent Kids untuk anak-anak, dance competition untuk remaja, sampai Family Karnaval yang bisa diikuti satu keluarga. Isu aktualnya adalah bagaimana membuat masyarakat merasa terlibat dan memiliki panggung ini. Kami jamin, rangkaian acara dari pagi sampai malam selama dua hari ini akan menjadi momen akhir pekan yang tak mungkin dilewatkan oleh warga,” ujarnya.
Selain konser musik pop dan dangdut yang sedang tren, aktualitas acara ini juga terletak pada keberanian Pemkab Jember untuk mengawinkan industri hiburan modern dengan kesenian tradisional.
Pengunjung tidak hanya disuguhi tata lampu panggung TV yang megah, tetapi juga akan menyaksikan keunikan kostum kelas dunia dari Jember Fashion Carnaval (JFC), keunikan Arak-Arakan Pegon, serta atraksi magis tradisional Can Macanan Kaduk. Perpaduan ini menjadi oase budaya yang segar bagi Generasi Z dan Alpha untuk lebih mengenal warisan leluhur mereka dengan cara yang menyenangkan dan kekinian.
Namun, di balik euforia konser gratisan ini, pihak Disporabudpar Jember juga melemparkan isu aktual mengenai pentingnya budaya tertib dan kesadaran lingkungan di kalangan penonton masa kini. Bobby Arie Sandy mengingatkan bahwa penonton yang keren adalah penonton yang peduli pada kebersihan kotanya sendiri.
“Mumpung event ini bertepatan dengan momen kumpul keluarga di akhir pekan, kami titip dua pesan penting untuk seluruh warga Jember yang mau merapat ke Alun-Alun. Pertama, yuk kita tunjukkan kalau warga Jember itu tertib dan bersih. Tempat sampah sudah kami sebar di banyak titik sudut Alun-Alun, jadi tolong jangan buang sampah sembarangan agar lingkungan kita tetap nyaman. Kedua, jangan lupa jajan di lapak-lapak UMKM sekitar Alun-Alun. Ini momen aktual yang bagus banget buat kita membantu roda ekonomi tetangga-tetangga kita sendiri yang sedang berjuang memutar modal usahanya. Mari kita tonton konsertnya, jaga kebersihannya, dan borong produk lokalnya!” tegasnya.
Atmosfer menjelang hari pelaksanaan terpantau sudah mulai terasa dengan berdirinya rangka panggung megah di sisi Alun-Alun Jember. Dengan kemasan acara yang segar, interaktif, dan penuh dengan nilai-nilai lokal, Karnaval SCTV pekan ini diprediksi akan sukses menjadi magnet kunjungan wisata lokal sekaligus memberikan suntikan energi positif bagi kehidupan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Jember sepanjang tahun 2026. (rio/ova)










Balas
Lihat komentar