Banyuwangi, Blok-a.com – Warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, pada Minggu (18/1/2026) malam digegerkan oleh penemuan mayat laki-laki tanpa identitas (Mr. X) di aliran Sungai Gelung (DAM Pugak).
Kapolsek Glagah, Iptu Edi Jaka Supaat, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa saksi yang pertama kali menemukan mayat tanpa identitas, adalah Ahmad Gufron (33) warga Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar.
“Mayat yang awalnya tanpa identitas tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB, saat saksi sedang mencari buah kelapa di lokasi kejadian. Pada saat ditemukan kondisi jenazah sudah membengkak dan tidak menggunakan pakaian,” ungkapnya kepada Blok-a.com, Senin (19/1/2026).
Setelah saksi melaporkan temuanya ke pihak kepolisian, lanjut Iptu Edi, tim gabungan dari Polresta Banyuwangi, Polsek Glagah, Damkar, serta Basarnas dan dibantu masyarakat, melakukan evakuasi mayat yang tersangkut di aliran sungai tersebut.
“Dari hasil keterangan petugas kesehatan Puskesmas Paspan, dr. Purwanto, yang ikut melakukan proses evakuasi, jenazah diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar lebih dari 4 hari,” imbuhnya.
Selanjutnya sekira pukul 18.50 WIB, setelah mayat berhasil dievakuasi dari aliran sungai oleh tim gabungan. Kemudian korban dibawa menuju Kamar Jenazah RSUD Blambangan Banyuwangi, dengan menggunakan mobil ambulans Desa Kemiren.
Hasil pemeriksaan luar jenazah oleh dokter RSUD Blambangan, dr. M. Azmi, menunjukkan bahwa tinggi mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut 170 cm, serta berkulit putih kehijauan. Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengalami pembengkakan hebat.
“Setelah dilakukan identifikasi, mayat tersebut diketahui bernama Raji (84) warga Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, yang dilaporkan hilang sekitar 7 hari sebelumnya,” bebernya.
Sementara itu, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap korban dengan membuat surat pernyataan penolakan yang sudah ditandatangani. Mereka menganggap peristiwa yang dialami korban adalah takdir.
“Kemudian jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan,” tutup Iptu Edi. (kur/gni)










Balas
Lihat komentar