Beda dengan Anggotanya, Ketua Dewan Sebut Atlet Kota Malang di Porprov Jatim Sukses

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menolak anggapan bahwa kontingen Kota Malang gagal dalam ajang Porprov Jatim 2025. Ia menilai perjuangan seluruh atlet dan cabang olahraga (cabor) justru layak diapresiasi, terlepas dari capaian medali yang belum mencapai target.

Pernyataan itu ia sampaikan usai bertemu perwakilan KONI dan pengurus cabor, Senin (21/7/2025). Mia, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa prestasi yang telah ditorehkan para atlet Kota Malang sudah sangat membanggakan.

“Saya pribadi tidak sepakat (menyebut gagal), saya sangat apresiasi. Dengan anggaran yang sama, tapi KONI bisa membersamai para atlet untuk menorehkan prestasi,” ujarnya.

Dalam Porprov Jatim 2025, Kota Malang berhasil mengumpulkan 136 medali emas, lebih sedikit dari target awal 162 emas. Namun bagi Mia, angka tersebut bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Ia menekankan pentingnya mengapresiasi semangat dan perjuangan para atlet.

“Yang tidak memperoleh medali pun harus diapresiasi. Karena mereka sudah mau membawa nama Kota Malang, karena jumlah atlet kita dengan Surabaya itu jauh sekali,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan agar semua pihak tidak gegabah dalam menilai pencapaian para atlet, pelatih, dan ofisial hanya dari sisi kuantitatif. Menurutnya, kritik yang tidak bijak justru dapat meruntuhkan semangat pembinaan olahraga di Kota Malang.

“Ini prestasi yang sangat membanggakan. Tidak semua harus dilihat dari target angka semata. Ada proses, ada perjuangan, dan itu yang seharusnya dihargai,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sementara itu, Saniman Wafi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya sebelumnya yang memicu kesalahpahaman dan kegaduhan. Ia menegaskan bahwa kritiknya ditujukan kepada aspek penyelenggaraan, bukan pada pencapaian para atlet atau cabor.

“Yang jelas kami pada saat itu kami menyampaikan tidak mengarah kepada apresiasi, belum masuk kepada atlet atau cabor. Tapi soal penyelenggara, pertanggung jawaban penyelenggara. Karena kami kan terlibat dalam perencanaan dan penganggaran, dan kami juga punya tugas untuk pengawasan di lapangan,” ujar Wafi, sapaan akrabnya.

Wafi menegaskan, tidak ada niatan untuk mengkritik atau mengevaluasi perjuangan para atlet. Sebaliknya, ia mengaku sangat menghargai capaian Kota Malang yang mampu meraih dua kali lipat medali emas dibandingkan Porprov sebelumnya.

“Bukan untuk atlet, justru kami mengapresiasi dan terima kasih banyak kepada atlet yang berjuang untuk membawa nama baik Kota Malang, yang mendapatkan medali emas ataupun yang tidak. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih,” jelasnya. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com