KABUPATEN MALANG – Anggota Bidang Pencegahan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang sering mengeluh.
Mereka bekerja sudah bagai kuda untuk memadamkan api di 33 Kecamatan. Tapi warga tetap mengeluh karena adanya keterlambatan dari PPK untuk menangani kebakaran.
“Kami sering kali mendapatkan keluhan dari warga karena telat. Kami biasanya datang setengah jam dan terlambat padahal kami sudah berusaha maksimal. Ya memang hasilnya kami tidak bisa meminimalisir kerugian” kata Kepala Bidang PPK Satpol PP Kabupaten Malang, Goly Karyanto ke Blok-A, Jumat (16/10).
Goly beralasan keterlambatan itu dikarenakan tidak idealnya jumlah mobil pemadam kebakaran dan juga pos damkar.
“Jadi posnya saat ini masih dua di Pendopo Pringitan Kota Malang sama di Pendopo Kepanjen Kecamatan Kepanjen dan mobilnya tujuh. Makanya ketika contohnya datang ke Bantur Kecamatan yang jauh dari pos. Kami kerap kali dinilai terlambat,” imbuh Goly.
Seharusnya, kata Goly, ada tambahan pos untuk mengcover wilayah Kabupaten Malang yang sangat luas itu.
“Harusnya lima pos dan kalau bisa kami ada tambahan mobil damkar. Minimal di setiap pos minimal ada tiga lah,” kata pria berkacamata itu.
Untuk tempat pos itu yang pertama didirikan di Kecamatan Ngantang.
“Pos tersebut untuk mengcover di Kecamatan Pujon, Kasembon dan Ngantang. Jadi tidak jauh-jauh lah,” tutur ia.
Kedua adalah pos yang ditempatkan di Kecamatan Singosari. “Nanti untuk mengcover di wilayah Lawang, Pakis, Karangploso, Poncokusumo dan Dau,” kata ia.
Ketiga adalah pos yang ditempatkan di Kecamatan Turen atau Dampit. “Nah kalau di pos yang ketiga ini untuk mengcover kecamatan yang di sisi selatan timur. Contohnya kecamatan Ampelgading, Dampit, Turen, Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, dan Bantur,” imbuh ia.
Dengan tiga tambahan itu, kata Goly, keluhan masyarakat kepada anggota Bidang PPK Satpol PP bisa diminimalisir. Anggota Bidang PPK Satpol PP tidak akan telat dan mendapat keluhan. Di sisi lain warga Kabupaten Malang tidak rugi banyak atas kebakaran.
“Tapi ya kami sudah berkali-kali mengajukan tapi ya begitu kami paham. Masih ada prioritas lain yang lebih penting untuk dianggarkan,” tutup ia.










Balas
Lihat komentar