Teka Teki World Hadir di Kota Malang, Suguhkan Wahana Interaktif Bertema Zombie

Misi melawan zombie dalam Teka Teki World. (blok-a.com/Berril Labiq)
Misi melawan zombie dalam Teka Teki World Malang. (blok-a.com/Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Di momen libur Lebaran 2025, Kota Malang mempunyai destinasi hiburan baru persembahan Teka Teki World. Sebuah wahana interaktif dan imersif bertema zombie yang dirancang untuk menguji keberanian, strategi, dan kerja sama tim bertajuk “Zombiefort: The Last Scientist”.

Wahana ini dibuka tanggal 22 Maret hingga 30 Juni 2025 di kawasan Taman Rekreasi Sengkaling Malang.

CEO Teka Teki World, Suparno mengatakan, Zombiefort: The Last Scientist adalah bagian dari proyek besar berbasis Intellectual Property (IP).

Tema wahana ini akan diperbarui setiap tiga bulan sekali, menghadirkan cerita-cerita baru yang segar dan menarik untuk pengunjung.

“Kami merupakan perusahaan berbasis IP, jadi setiap tiga bulan kami akan memperkenalkan tema baru, dan setiap IP ini nantinya akan didistribusikan ke berbagai produk lainnya,” ujar Ano dalam Grand Launching Zombiefort di Sengkaling Kuliner UMM, Sabtu (29/3/2025).

Ano mengungkapkan, Teka Teki World memiliki visi besar untuk membawa para kreator lokal ke kancah nasional dan internasional.

“Marketnya itu unlimited. Kami sangat berkomitmen untuk membawa kreator-kreator Kota Malang ke level yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Ano juga berharap milestone pertama yang mereka capai dengan proyek ini akan sukses, dan menjadi tonggak penting untuk perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Mudah-mudahan milestone pertama ini bisa sukses, dan kita bisa mendorong Malang sebagai pusat ekonomi kreatif secara nasional,” harapnya.

Ketua Badan Pembina Harian UMM, Prof. Muhadjir Effendy, yang turut hadir dalam grand launching tersebut bersama Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang ditawarkan Teka Teki World.

Ia menilai bahwa konsep hiburan seperti ini sangat menarik karena dapat terus beradaptasi dengan tren yang berkembang.

Wahana Zombiefort: The Last Scientist besutan Teka Teki World.

“Karena ini bagus sekali. Sampai Juni berarti 3 bulan akan diganti tema baru, mungkin juga dengan setting sosial yang baru,” ujarnya.

Menurutnya, keunggulan wahana ini adalah penggabungan unsur saintifik dan hiburan dalam satu konsep permainan. Sehingga menjadi destinasi edukasi yang menarik bagi pengunjung, khususnya anak-anak.

“Yang lebih bagus lagi, ini tidak murni artificial intelligence, tidak murni virtual, tetapi juga ada fisik. Jadi kombinasi yang sangat bagus,” tandasnya.

Misi Melawan Zombie

Sebagai wahana pertama dari Teka Teki World, Zombiefort: The Last Scientist akan mengajak pengunjung merasakan pengalaman bermain yang seru dan menegangkan.

Mengusung konsep escape room, role-playing, dan live action, wahana ini menuntut kerja sama tim dalam menghadapi berbagai tantangan.

Wahana Zombiefort: The Last Scientist besutan Teka Teki World.
Area laser di Zombiefort: The Last Scientist besutan Teka Teki World.

Di season pertama ini, pengunjung diajak masuk ke dunia pasca-apokaliptik dengan karakter utama Aurora, seorang ilmuwan yang berusaha menyelamatkan dunia.

Pengunjung akan berperan sebagai Survivor yang bertugas menyelesaikan misi dalam waktu 45 menit bersama tim yang terdiri dari 2-6 orang.

Peserta harus mampu mengambil keputusan yang cepat di tengah situasi mencekam. Berbagai skenario juga sudah disiapkan agar setiap sesi permainan semakin menantang.

Wahana ini juga dilengkapi efek khusus yang memberikan sensasi seperti menghadapi situasi nyata.

Untuk menjajal wahana ini, pengunjung cukup merogoh kocek Rp60.000 per orang. Jika ingin merasakan pengalaman yang lebih menantang, tersedia permainan VR dengan harga Rp20.000 per orang.

Wahana Zombiefort: The Last Scientist besutan Teka Teki World.
Area VR di Zombiefort: The Last Scientist besutan Teka Teki World.

Selain wahana utama, Teka Teki World juga mengadakan berbagai acara menarik seperti pop-up market, exhibition, dan live concert. Beberapa musisi yang turut memeriahkan acara ini antara lain Monohero, Girl and Her Badmood, DJ Jude, Eric Brama, dan Tony Gentong.

Ke depan, Teka Teki World berencana memperluas jangkauan ke kota-kota besar lainnya di Indonesia dengan konsep dan cerita yang berbeda.

Pada Juni 2025 mendatang, wahana ini juga akan hadir di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dengan pengalaman interaktif yang lebih luas.

Chief Imagineering & Creative Officer, Deni, menegaskan bahwa Teka Teki World bukan hanya sekadar tempat hiburan, tetapi juga platform bagi para kreator untuk menampilkan karya mereka ke tingkat global.

“Kami percaya bahwa industri hiburan interaktif dan imersif ini memiliki potensi besar di Indonesia. Dengan menggabungkan storytelling, teknologi, dan seni, kami ingin menghadirkan pengalaman bermain yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi,” tutupnya.(ber/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com