Jadi Tuan Rumah Porprov Jatim 2025, Anggaran KONI Kota Malang Belum Ideal

Ketua KONI Kota Malang, R Djoni Sudjatmoko. (blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Ketua KONI Kota Malang, R Djoni Sudjatmoko. (blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.comKONI Kota Malang tetap berkomitmen membina atlet meski menghadapi keterbatasan anggaran menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur (Jatim) 2025. Sebagai tuan rumah, mereka harus mengelola dana yang jauh dari kebutuhan ideal.

Ketua Umum KONI Kota Malang, R Djoni Sudjatmoko, mengungkapkan bahwa pihaknya hanya menerima anggaran sekitar Rp 10 miliar untuk Porprov Jatim 2025, jumlah yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau untuk KONI tetap ya, seperti tahun-tahun sebelumnya, sekitar Rp 10 miliar,” ujarnya.

Djoni menjelaskan bahwa sebenarnya ada anggaran yang sudah dialokasikan untuk Porprov Jatim, tetapi dana tersebut berada di bawah Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.

“Jadi ada anggaran sekitar Rp 60 miliar sekian, itu ada di Disporapar. Nah yang Rp 10 miliar itu di KONI, dengan rincian mayoritas anggaran itu untuk cabor, kami di internal hanya untuk operasional dan honor pegawai,” jelasnya.

Sebelumnya, KONI Kota Malang mengajukan Rp 23 miliar untuk kebutuhan tahun ini, namun jumlah tersebut mengalami efisiensi hingga hanya mendapat Rp 10 miliar. Padahal, sebagai tuan rumah, mereka memiliki target besar untuk mendekati perolehan medali Surabaya.

“Jadi di kita ini sudah terefisiensi untuk kegiatan porprov, kita hanya dikasih Rp 10 miliar ini, benar-benar kita menempatkan kebutuhan di kita ini. Karena kita tuan rumah loh, tuan rumah, ada target-target besar untuk menjadi runner-up, mendekati Surabaya,” ungkap Djoni.

Ia juga menyoroti bahwa idealnya, anggaran KONI KOta Malang sebagai tuan rumah seharusnya mencapai Rp 40 miliar.

“Jadi tuan rumah, KONI-nya itu (sebenarnya, red) Rp 40 miliar. Kita jadi tuan rumah ini anggaran yang turun ke KONI jadi Rp 10 miliar. Berarti memang kita berjuang dengan anggaran,” katanya.

Meski demikian, Djoni menegaskan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan anggaran yang tersedia. Ia pun berharap cabang olahraga dapat berkontribusi maksimal dalam meraih medali emas untuk Kota Malang.

“Karena nanti dari cabor pasti nambah emas,” pungkasnya. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com