Gresik, blok-a.com – Pemdes Mojotengah bersama BKKBN menggelar Wisuda Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) BKL Sehat Sentosa tahun 2024, Sabtu (30/11/2024).
Acara yang diikuti 36 wisudawan-wisudawati ini bertempat di pendopo balai Desa Mojotengah Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik,
Wisudah Selantang ini dihadiri Perangkat Pemdes Mojotengah, Tim Penggerak PKK Desa Mojotengah bersama jajarannya, Koordinator penyuluh BKKBN Menganti Rosuliati Agustini dan perwakilan Camat Menganti Arlita.
Dalam sambutannya, Suharsono Kepala Desa Mojotengah menyampaikan bahwa kegiatan Sekolah Lansia Tangguh (selantang) untuk para lanjut usia di Desa Mojotengah dilaksanakan selama 2 bulan bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) tahun 2024.
Suharno menjelaskan bahwa selantang merupakan program pendidikan pemerintah pusat, untuk peningkatan kualitas hidup para lansia, dan wajib diadakan oleh desa/kelurahan di Indonesia.
“Semoga Kegiatan ini memberikan manfaat dan berkah bagi kita semua. Dan alhamdulillah, pada hari ini Desa Mojotengah melaksanakan acara wisuda, setelah 2 bulan pendidikan. Mudah-mudahan beberapa materi yang diajarkan kepada bapak ibu sekalian, menjadi bekal kedepannya,” kata Suharsono.
Di tempat yang sama, Bagus Arif Jauh Hari Camat Menganti melalui stafnya, Arlita menyampaikan pesan agar para lanjut usia tetap semangat, tetap produktif dan aktif bergerak pada kegiatan pendidikan ini.
“Ucapan terima kasih ditujukan kepada wisudawan dan wisudawati yang telah mengikuti pelatihan sampai selesai, dan di wisuda. Njenengan (kalian) menjadi inspirasi kita semua, terutama kalangan muda untuk tetap semangat dan produktif dalam hal pendidikan,” tandasnya.
Pada kesempatan ini, koordinator penyuluh BKKBN Kecamatan Menganti Rosuliati Agustini menerangkan selantang di Desa Mojotengah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November, sampai di wisuda.
Dalam pembelajaran pendidikan selantang ini, ada 12 materi yang disampaikan, ada satu materi terkait wisata.
“Pelaksanaan kegiatan pembelajaran kepada para lansia ini, berdasarkan Undang-Undang No.13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia. Rencananya 22 desa di Kecamatan Menganti akan diajukan kegiatan serupa tahun depan,” terangnya.
Selain mengingatkan para wisudawan-wisudawati seusai di wisuda supaya tetap beraktivitas dan produktif, Rosuliati Agustini langsung memberikan semangat dengan mengajak mereka melakukan tepuk lansia bersama-sama.
Adapun 12 materi dalam pembelajaran itu, meliputi:
1. Pembukaan kontrak belajar, gangguan kognitif.
2. 7 dimensi tangguh dan 8 fungsi keluarga.
3. Gangguam psikologis pada lansia, stres dan kesepian.
4. Hipertensi, stroke dan penyakit jantung.
5. Gizi lansia dan gizi keluarga.
6. Spiritual, terapi ibadah dan terapi syukur.
7. Perlunya meningkatkan hobi kegiatan bertani (vokasional).
8. Kewirausahaan lansia, motivasi dan pemberdayaan lansia.
9. Pertolongan pertama pada kondisi darurat dan terapi sujo.
10. Diabetes dan senam kaki diabetes, osteoporosis dan olahraga.
11. Wisata dan evaluasi.
12. Wisuda.
Rosuliati Agustini juga mengungkapkan pada tahun 2024 ini, ada 6 desa di Kecamatan Menganti yang melaksanakan selantang, yaitu Menganti, Boboh, Sidojangkung, Mojotengah, Bringkang dan Pranti.
Sementara itu, Ustatik (65) ketua kelas BKL Sehat Sentosa menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membimbing mereka dalam selantang sehingga menjadi lebih semangat dan lebih produktif di usia lanjut. (ivn/bob)









