Bojonegoro, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berhasil meraih predikat ke-5 terbaik secara nasional dalam Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik 2024 untuk kategori Kabupaten.
Penghargaan ini diterima langsung oleh Pj Bupati Bojonegoro, Adriyanto, pada Kamis (14/11/2024) di Hotel Le Méridien, Jakarta.
Hasil penilaian menunjukkan Bojonegoro memperoleh nilai akhir 98,70 dengan kategori A dan opini “Kualitas Tertinggi.”
Penilaian ini melibatkan tujuh lokus utama, yakni:
- Puskesmas Trucuk (99,03)
- DPMPTSP (98,52)
- Puskesmas Bojonegoro (98,41)
- Dinas Sosial (98,96)
- Dinas Kesehatan (98,98)
- Dinas Pendidikan (98,52)
- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (98,47)
Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Dian Rokhmawati, mengungkapkan bahwa pencapaian ini tak lepas dari kerja sama tim yang solid.
“Alhamdulillah di tahun ini Kabupaten Bojonegoro menduduki nilai terbaik ke-5 nasional (98,70) untuk Kategori Kabupaten. Tim yang solid, cepat, tanggap dalam pemenuhan laporan penilaian menjadi kunci utama. Sehingga Bagian Organisasi dapat secara tepat menyampaikan progres permintaan laporan dan data kepada Tim Evaluator Ombudsman,” jelasnya, Jumat (15/11/2024).
Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih, menjelaskan bahwa penilaian berlangsung sejak Januari hingga Oktober 2024. Penilaian mencakup berbagai aspek seperti input, proses, output, hingga mekanisme pengaduan.
“Perlu saya sampaikan bahwa sebagaimana diamanatkan di dalam RPJMN. Ombudsman diberikan tugas untuk melaksanakan penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik secara nasional sebagai prioritas nasional dalam upaya melakukan reformasi birokrasi,” jelasnya.
Adapun total instansi yang dinilai tahun ini mencapai 2.531 penyelenggara, terbagi menjadi tiga. Yaitu Pemerintah pusat dan daerah sejumlah 587 penyelenggara, Kepolisian RI 1.466 satuan (intelkam, lalu lintas, dan SPKT), Kementerian Agraria yang terdiri 478 kantor pertanahan.
Tak hanya itu, kompetensi 19.941 pejabat turut diuji dalam penilaian ini. Jumlah pengguna layanan yang terlibat juga meningkat dari 37.357 pada 2023 menjadi 64.779 pengguna pada 2024.
Prestasi ini menjadi bukti komitmen Bojonegoro dalam memberikan pelayanan publik terbaik dan mendukung reformasi birokrasi nasional.(sil/lio/adv)









