Kota Malang, Blok-a-com – Beredar video banjir setinggi betis orang dewasa di instagram @infomalangan pada (30/12/2023). Menurut keterangan video tersebut, lokasi terjadinya banjir tersebut pada kawasan Jalan Candi Mendut, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Dalam video tersebut, nampak banjir disertai aliran arus air setinggi pijakan motor. Nampak beberapa riak air nampak di tepi jalan.
Menurut warga, Hari, menyebut memang banjir telah terjadi. Pria 65 tahun tersebut menyebut, memang banjir telah terjadi.
“Masuk setelah tanggal 26 itu hujan mulai deras. Kalau kemarin ada limpahan air yang kemudian masuk ke teras rumah saya,” ungkap pria tiga anak ini, ketika dikonfirmasi via telefon wartawan Blok-A.com pada (31/12/2023).
Hujan mulai turun sekitar pukul 13.30 WIB. Lambat laun, hujan semakin deras disertai angin cukup kencang. Kala itu, Hari meminta asisten rumah tangga untuk segera menutup celah antara pagar dan teras supaya air tidak masuk. Namun, ternyata air sudah masuk sedikit ke dalam. Dari sanalah Hari mengetahui bahwa sudah terjadi banjir.
Tanggapi soal tahun baru, Hari berharap agar tidak banjir. Pasalnya, dia lelah harus membersihkan teras rumah.
“Meski dengan Pak Pur (nama ART) tapi saya sudah tua, capek sekali membereskan banjir,” kata dia.
Apabila air banjir tidak dikeluarkan, Hari mengeluh soal kebersihan. Selain khawatir bibit nyamuk, namun juga bau yang tak sedap kerap menyeruak pasca banjir.
Di lain sisi, mahasiswa yang tengah mengontrak di kawasan Jalan Candi Mendut, Utomo, mengeluh soal banjir. Dia menyaksikan genangan air naik sekitar pukul 14.00 WIB.
“Itu pas aku ambil jemuran, habis ketiduran lha kok banjir,” kata dia.
Soal banjir di akhir tahun, Utomo tak ambil pusing. Namun dia berharap hari Minggu sore nanti bebas dari banjir. Pasalnya, dia ingin merayakan tahun baru bersama teman-temannya. Selain itu, lelaki berambut ikal ini menyebut, dia sudah lelah membawa motor ke bengkel karena terendam banjir.
“Jadi pernah aku lewat depan Indomaret itu belok ke kos, ke Candi Bima kan kos aku, itu banjir dan airnya masuk. Salahku itu langsung gas, jadi mesinku sempat ‘ndredet ndredet’ kayak mau mati. Untungnya segera cek bengkel terus tahu kalau oli aku encer kemasukan air,” keluhnya. (wdy/bob)









