Kabupaten Malang, Blok-a.com – Gaet wisatawan mancanegara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang canangkan bersih desa menjadi event wisata budaya setiap tahunnya.
Banyaknya tradisi lokal yang masih terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Kabupaten Malang, membuat Pemkab Malang terus berupaya mengembangkan potensi tersebut dengan menciptakan bersih desa sebafai event wisata budaya.
Termasuk kegiatan bersih dusun yang digelar selama tiga hari berturut turut di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.
Bupati Malang, Sanusi menuturkan, gelaran bersih dusun di Jamuran, Desa Sukodai ini sebagai bentuk tolak balak dan rasa syukur untuk keberkahan desa terhadap leluhur dan tuhan yang maha esa.
Kedepannya, ia berharap acara tahunan ini bisa dikembangkan sehingga dapat menarik wisatawan dan bernilai ekonomis bagi warga sekitar.
“Encek-encek ini menjadi bentuk tolak balak, bentuk rasa syukur masyarakat desa. Tentunya tradisi ini harus kita kembangkan agar terus ada, kalau bisa menjadi acara tahunan sehingga dapat bernilai lebih untuk warga,” terangnya saat ditemui Blok-a.com, Senin (19/06/2023).
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Purwoto menuturkan, kedepannya event budaya seperti bersih desa akan dikonsepkan agar memiliki nilai pariwisata budaya.
“Kedepan maunya kita kalau acara bersih desa hanya sekedar dikonsepkan begini saja kan sayang, tidak mempunyai nilai pariwisata. Ini yang harus kita kemas, kita kembangkan barsama sama,” tuturnya.
Sebab, menurut Purwanto, jika dikonsepkan dengan matang, event bersih desa ini memiliki nilai budaya dan adat istiadat yang unik, khususnya bagi wisatawan mancanegara.
“Mungkin bagi masyarakat sini hal yang biasa saya gelaran bersih desa ini, tapi bagi wisatawan ini unik budaya dan adat istiadat ini menjadi sesuatu yeng manarik dan memiliki nilai jual yang apik,” tuturnya.
Tak hanya itu, promosi juga terus dilakukan oleh Diparbud untuk menyebarluaskan informasi terkait event budaya kepada wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Acar-acara ritual adat budaya ini harus dipromosikan sehingga mendatangkan wisatawan yang datang kesini. Coba misal banyak bule dan wisatawan yang datang kesini melihat keunikan adat ritual ini pasti akan mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
(ptu/bob)








Balas
Lihat komentar