Blok-a.com – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria pengendara motor tengah mencekik pengendara lain gara-gara tak terima didahului, viral di media sosial.
Aksi arogan dari pengendara bermotor itu viral setelah direkam oleh warga sekitar dan kemudian diunggah oleh akun Twitter @Midjan_La_2 pada Minggu (19/3/2023).
“Dipukul dan di ludahi, pria ini hanya terdiam dan tersenyum,” tulis akun @Midjan_La_2 dikutip Blok-a.com, Senin (20/3/2023).
Menurut keterangan unggahan, peristiwa ini terjadi di persimpangan Jalan Halat-Arief Rahman Hakim, Medan.
Pemilik akun menjelaskan bahwa aksi pemukulan ini terjadi karena sang pelaku diduga tak terima didahului oleh pengendara lain saat berada di lampu merah.
“Kronologis awal kejadian mereka sama² berhenti di lampu merah, ketika lampu sudah hijau, korban mendahului pelaku. Pelaku tidak terima dan memaki korban dan ngajak ribut. Lokasi : Simpang Halat – AR Hakin Medan,” lanjutnya.
Dalam video yang berdurasi sekitar 43 detik itu, terlihat pria berkaca mata yang memakai baju hitam tengah memukul korban didepan petokoan pinggir jalan.
Pelaku yang tersulut emosi itu sempat mencekik korban beberapa kali dan bahkan meludahinya. Korban yang mendapat perlakuan itu pun tak membalasnya dan hanya tertawa.
Tak lama setelah diunggah, video aksi pria pemotor yang mencekik pengendara lain ini kemudian viral dan mendapat banyak tanggapan dari warganet.
“Bgs dia bisa sabar, trus disitu bnyk kamera, kalo dia mau lapor dia menang itu manteb sih, tu sok sok an aja karena ada cwenya pdhl aslinya cwenya malu bgt itu, disalip aja kok marah, dasar lemah itu,” tulis akun @Nir12345535.
“paling juga selesai dengan video memasang muka disedih2in, kepala tertunduk, dan bilang tidak akan mengulangi perbuatannya disertai tanda tangan diatas materai. Lagu lama yg terus diulang tanpa ada diaransement musiknya,” lanjut @AnggaApriliand2.
“😁…orang macam ini banyak sekarang di negri ini, merasa benar walo dlm posisi JELAS salah, mulai dari rakyat kecil apalagi yg merasa punya kedudukan…sudahlah keberanian itu bukan utk dipertontonkan, tapi digunakan dlm jalan kebaikan utk meluruskan yg salah, bukan sebaliknya,” ujar @adventyas.
(hen)










Balas
Lihat komentar