blok-A.com – Belakangan ini muncul tren atau istilah baru Thanks Base yang merupakan perilaku atau aktivitas seks bebas. Istilah ini sama halnya dengan Friends with Benefit (FWB) dan sleepover date.
Thanks Base sendiri adalah cara kedua orang yang ingin berhubungan seksual melalui medsos. Biasanya kedua orang ini tidak saling mengenal dan hanya tahu dari media sosial. Keduanya berkenalan di medsos dan lalu berjanjian untuk melakukan hubungan intim itu.
Ketiga istilah ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang tak ingin menjalin komitmen atau hubungan yang serius. Hubungan ini dilakukan hanya untuk bersenang-senang dan saling memberikan keuntungan.
Sebenarnya tak ada yang berbeda dari istilah thanks base, FWB, dan sleepover date. Ketiga istilah tersebut sama-sama merujuk ke arah aktivitas seksual tanpa komitmen.
Beberapa pasangan menjalani hubungan ini dengan alasan kesepian dan ingin dipuaskan. Bahkan ada juga pasangan yang tidak ragu untuk memamerkan pengalaman cinta satu malam tersebut.
Meskipun terlihat saling menguntungkan, nyatanya hubungan dengan tiga istilah tersebut dapat menimbulkan risiko yang cukup serius bagi kesehatan.
Lantas apa saja resiko yang akan muncul jika melakukan tren thanks base, FWB, dan sleepover date? Simak penjelasan yang telah dirangkum blok-A.com berikut ini.
Karena merujuk pada aktivitas seksual, tren thanks base bisa beresiko pada penyakit menular seksual (PMS). Hal tersebut dikarenakan aktivitas seksual ini dilakukan dengan pasangan yang berbeda-beda.
Kurangnya pengetahuan tentang latar belakang dan riwayat penyakit dari partner hubungan seksualnya akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit menular seksual (PMS).
Berikut beberapa risiko penyakit menular seksual (PMS) yang bisa ditimbulkan melalui tren aktivitas seksual “thanks base”.
- HIV/AIDS
Salah satu penyakit yang dapat ditimbulkan melalui tren thanks base adalah HIV/AIDS. HIV/AIDS merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit. Virus ini dapat ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, air mani, atau cairan vagina. - Sifilis
Sifilis atau penyakit raja singa adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini dimulai sebagai luka yang tidak nyeri, biasanya pada alat kelamin, rektum atau mulut. Kondisi ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui kontak kulit atau selaput lendir dari luka ini. - Hepatitis B
Hepatitis B adalah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual atau berbagi jarum suntik. Hal ini karena virus hepatitis B berada di dalam darah dan cairan tubuh, seperti sperma atau cairan vagina. - Herpes Kelamin
Herpes kelamin atau herpes genital adalah penyakit menular seksual pada pria dan wanita, yang ditandai dengan luka lepuh di area kelamin. Penyakit ini paling sering menular melalui hubungan seks dengan orang yang terinfeksi virus ini. Selain itu, herpes genital juga dapat menular dari ibu hamil ke janinnya. - Chlamydia
Chlamydia merupakan salah satu penyakit menular seksual yang ditularkan melalui cairan keputihan atau air mani saat seseorang melakukan seks oral, vagina, atau anal tanpa menggunakan pengaman, seperti kondom. Sebagian besar pengidap chlamydia didominasi oleh kaum wanita yang berusia muda. - Gonore
Gonore atau kencing nanah adalah suatu penyakit menular seksual yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Gonore ditandai dengan keluarnya nanah pada lubang penis atau vagina. Nanah yang keluar tersebut akan disertai rasa nyeri dan gatal saat buang air kecil yang berisiko sering buang air kecil hingga mandul.
(hen)










Balas
Lihat komentar