Kota Malang, blok-a.com – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi memberlakukan kebijakan baru bagi para pendaki Gunung Semeru. Mulai Juni 2025, seluruh pendaki diwajibkan menggunakan kartu atau gelang pelacak berbasis Radio-Frequency Identification (RFID).
“Baru mulai diterapkan Juni kemarin,” kata Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, Sabtu (5/7/2025).
Kebijakan ini bertujuan meningkatkan keamanan dan keselamatan para pendaki. Mengingat, risiko tersesat, terjatuh, bahkan hilang di jalur pendakian gunung setinggi 3.676 mdpl itu masih tergolong tinggi.
“Kami telah menyampaikan informasi kebijakan ini lewat media sosial,” ujar Endrip.
RFID berbentuk kartu atau gelang tersebut dilengkapi chip mini dan antena yang memancarkan sinyal ke pemancar di beberapa titik jalur pendakian. Informasi dari chip dapat langsung dipantau di pos-pos pendakian. Saat chip mendekati alat pembaca, data identitas, lokasi terakhir, dan informasi penting lainnya akan terbaca.
“Masih dalam tahap percobaan. Jadi alat tap in tap out baru ada di Ranupani (start) dan Ranu Kumbolo (finish) saja. Harapan ke depan bisa di masing-masing pos untuk lebih mudah pemantauan pengunjungnya,” jelasnya.
Para pendaki wajib melengkapi dokumen administrasi terlebih dahulu sebelum naik. Registrasi ulang pendakian dibuka pukul 08.00–14.00 WIB. Batas waktu mulai pendakian maksimal pukul 15.00 WIB.
Check out dan pengambilan KTP dilakukan pukul 08.00–16.00 WIB. Jika pendaki turun lebih dari pukul 16.00 WIB tanpa laporan, akan dianggap overstay.
Kuota maksimal pendakian dibatasi 200 orang per hari. Pendaftaran dibuka untuk H-30 melalui situs resmi Balai Besar TNBTS di bromotenggersemeru.id.
Terdapat dua mekanisme pendakian, menggunakan pemandu PPGST dan tanpa pemandu (khusus organisasi pecinta alam, pelajar, dan mahasiswa).
Berikut alur lengkapnya:
Pendakian dengan PPGST:
- Serahkan berkas di Kantor RPTN Wilayah Ranupani.
- Menuju Posko PPGST untuk mendapat pemandu.
- Ikuti briefing.
- Pemandu menyerahkan berkas ke RPTN dan aktivasi kartu RFID.
- Mulai pendakian.
- Di Ranu Kumbolo, pemandu lakukan tap in RFID.
- Sebelum pulang, lakukan tap out.
- Kembalikan berkas dan RFID ke RPTN Ranupani.
Pendakian tanpa PPGST:
- Serahkan berkas dan KTP ketua rombongan.
- Ikuti briefing.
- Serahkan kembali berkas untuk ambil dan aktivasi gelang RFID.
- Tiap pendaki mendapat gelang RFID.
- Mulai pendakian.
- Di Ranu Kumbolo, lakukan tap in RFID.
- Sebelum pulang, lakukan tap out.
- Kembalikan berkas dan RFID ke petugas di Ranupani.
Dengan penerapan teknologi RFID ini, diharapkan keselamatan dan pemantauan pendaki di Gunung Semeru dapat dilakukan lebih baik dan akurat. (yog/lio)









