blok-A.com – Hutan De Djawatan Benculuk merupakan salah satu hutan di Banyuwangi yang memiliki pesona bak di negeri dongeng sehingga dijuluki sebagai hutan Lord of The Ring oleh wisatawan.
Hutan De Djawatan Benculuk ini menjadi sasaran destinasi para wisatawan saat mengunjungi Banyuwangi. Indahnya pemandangan pohon yang berdiri kokoh serta suasana yang tenang menjadikan wisata ini amat sayang untuk dilewatkan.
Hutan ini memiliki luas lahan sekitar 3,8 hektar. Meskipun terlihat kurang luas, nyatanya hutan ini ditumbuhi oleh kurang lebih 805 pohon Trembesi berukuran raksasa. Hutan De Djawatan menjadi hutan lindung di bawah naungan Perhutani KPH Banyuwangi.
Meskipun memiliki pesona yang indah, nyatanya tak semua orang berani mengunjungi hutan ini. Hal tersebut dikarenakan De Djawatan memiliki suasana magis yang amat sangat kental.
Suasana angker tersebut tercipta karena adanya ratusan pohon trembesi yang menjulang layaknya pohon raksasa. Ditambah lagi, pohon-pohon tersebut ditumbuhi oleh benalu atau pakis, sehingga batang-batang trembesi tersebut tampak seperti berbulu lebat.
Suara kepakan sayap kelelawar, redupnya cahaya, serta aroma dari guano atau kotoran kelelawar semakin mendukung suasana menyeramkan dalam hutan ini, apalagi saat menjelang gelap atau sore hari.
Bagi wisatawan yang ingin ketenangan, wisata ini mungkin sangat cocok untuk dikunjungi karena suasananya yang tenang seakan-akan jauh dari peradaban.
Asal-usul Hutan De Djawatan Benculuk

Sesuai dengan namanya, Hutan De Djawatan Benculuk berlokasi di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Diketahui, hutan ini telah ada sejak zaman Belanda.
Menurut informasi yang beredar, De Djawatan didirikan sejak tahun 1950-an dan difungsikan sebagai Tempat Penimbunan Kayu (TPK) dari hasil pengelolaan hutan milik Perhutani di Banyuwangi bagian selatan.
Pohon-pohon trembesi yang berjumlah ratusan ini diketahui telah berusia 100 hingga 150 tahunan. Nama De Djawatan ini sengaja diambil dari nama kuno, agar pengunjung bisa bernostalgia di era zaman dahulu.
Manfaat Pohon Trembesi
Di balik penampakannya yang terkesan angker dan menyeramkan, ternyata pohon Trembesi yang berada di Hutan De Djawatan Benculuk memiliki segudang manfaat.
Pohon trembesi ini bisa bermanfaat sebagai penyerap Karbon Dioksida yang baik. Bahkan, satu pohon trembesi dapat menyerap hingga 28,5 ton gas CO2 per tahunnya. Oleh karena itu, pohon trembesi baik apabila ditanam sebagai pohon peneduh dan juga sebagai vegetasi Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Pohon trembesi juga memiliki kemampuan menyerap air tanah yang kuat. Kemampuan tersebut dapat meneteskan air melalui tajuk pohon, sehingga banyak masyarakat yang menyebutnya sebagai pohon hujan.
(hen)










Balas