Kota Malang, Blok-A.com – KONI Kota Malang buka suara terkait aksi anarkis tim sepak bola Kota Malang di Porprov Jatim VII 2022.
Seperti diketahui, tim sepak bola Kota Malang terkena sanksi atas dugaan curang dan tak menjunjung fair play. Kota Malang pun diputuskan untuk kalah 0-3 dari Kabupaten Jember dan poin dikurangi tiga.
Salah satu pemain tim sepak bola Kota Malang diduga membuat ricuh pertandingan saat melawan Kabupaten Jember.
Beberapa juga menyebut tim Kota Malang berbuat curang. Karena satu pemainnya berasal dari Kota Batu, yakni kipernya Surya Rizky Saputra.
Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono mempertanyakan sanksi yang diberikan panpel Porprov Jatim ke tim sepak bola Kota Malang, yakni
Sebab sebelum pertandingan KONI Kota Malang telah melakukan verifikasi dan diloloskan oleh Panpel.
Namun, kenapa permasalahan ini baru mencuat sekarang setelah pertandingan resmi dimulai.
“Kenapa dipermasalahkan? Kami sudah memenuhi proses administrasi itu sudah berjalan dan lolos. Itu sudah menjadi keabsahan. Kalau administrasi sudah terpeuhi dan id card sudah keluar dan bisa main, kenapa dipermasalahkan. Kami pertanyakan ini ke Porprov dan juga PSSI Jatim,” ujarnya.
Eddy juga menambahkan, pemain yang bersangkutan merupakan warga Kota Malang. Hanya saja berdomisili di Kota Batu.
“Kami akan koordinadi dan evaluasi kalau benar disanksi memang merugikan bagi kami,” imbuhnya.
Sementara permasalah dugaan ricuh saat pertandingan, Eddy mengatakan, di luar dugaannya. Dia menduga, kericuhan itu karena emosi menggebu pemainnya.
“Kami tidak mentolerir kami akan evaluasi itu,” tutupnya. (bob)










Balas