Blitar, blok-a.com – Kabupaten Blitar saat ini menempati peringkat ke-14 dalam klasemen perolehan medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Dalam ajang bergengsi ini, kontingen Blitar berhasil meraih total 84 medali, terdiri dari 19 medali emas, 22 perak, dan 43 perunggu.
Bersama dengan Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar berada di klasemen tengah.
Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar, Fatatoh Hirony Ulya mengakui bahwa peringkat kontingen Blitar mengalami penurunan dibandingkan Porprov sebelumnya, dimana sempat menduduki posisi 10 besar.
“Iya, memang kalau dilihat dari peringkat, Kabupaten Blitar turun. Dibanding sebelumnya kita di 10 besar, saat ini di 14 besar,” kata Fatatoh, Senin (7/7/2025).
Namun, Fatatoh menegaskan bahwa penurunan peringkat ini bukanlah indikasi kegagalan.
“Karena semua atlet dan cabang olahraga yang ada di Kabupaten Blitar berangkat semua dan menunjukkan perjuangannya,” tegasnya.
Dalam gelaran Porprov kali ini, KONI Kabupaten Blitar memberikan fasilitas yang lebih baik bagi para atlet, termasuk peningkatan uang saku dibandingkan dengan kegiatan sebelumnya.
Meski demikian, Fatatoh menyebutkan bahwa persiapan yang singkat, mulai dari Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) hingga Pra Porprov, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi hasil kali ini.
“Persiapan yang sangat pendek menjadi salah satu faktor kurangnya persiapan Kabupaten Blitar menghadapi Porprov ini,” ujarnya.
Meskipun hasil kali ini tidak sesuai harapan, Fatatoh optimis bahwa prestasi Kabupaten Blitar akan lebih baik di Porprov mendatang.
Terkait anggaran untuk KONI tahun 2025 yang mencapai Rp2,7 miliar, Fatatoh menandaskan bahwa angka tersebut tidak sepenuhnya digunakan untuk pelaksanaan Porprov.
“Anggaran untuk Porprov pada 2023 lalu sekitar Rp1,6 miliar. Yang membedakan adalah persiapan yang dilakukan. Tidak ada waktu unt pemusatan latihan karena hanya jarak 1 bulan dari pergantian pengurus KONI,” jelasnya.
Dari total anggaran, Rp1,6 miliar tersebut digunakan untuk mendukung 596 atlet dan official, termasuk untuk uang saku. Sementara sisa anggaran dialokasikan untuk biaya operasional KONI dan pembinaan atlet.
Fatatoh menambahkan, anggaran yang diberikan pada tahun 2025 ini memang naik dua kali lipat dari sebelumnya. Karena nilai tersebut sebagian besar digunakan untuk Porprov 2025 dan juga Pra Porprov.
“Tidak semuanya untuk Porprov, kita masih perlu untuk menjalankan operasional KONI dan pembinaan atlet. Ya tidaklah kalau nilai Rp2,7 miliar itu semua untuk Porprov,” tambahnya.
Fatatoh menekankan bahwa prestasi yang diraih harus sejalan dengan perhatian dan pembinaan yang diberikan oleh KONI.
Fasilitas dan akomodasi bagi atlet Porprov Jatim 2025 dari Kabupaten Blitar juga mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya, dengan perhatian lebih pada penginapan dan konsumsi.
Sementara itu, beberapa cabang olahraga sedang melakukan regenerasi, dimana beberapa atlet berpengalaman tidak bisa berpartisipasi lagi karena batas usia. Berbeda dengan beberapa kabupaten atau kota lain yang memilih untuk menyewa atlet dari luar daerah, Fatatoh menegaskan bahwa Kabupaten Blitar 100 persen terdiri dari atlet putra daerah, sebagian besar di antaranya adalah atlet baru dan muda.
“Ini menjadi acuan bagi kami untuk melakukan evaluasi, agar bisa memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Blitar,” pungkasnya. (jar/lio)









