SYL Jadi Tersangka, PKB Tak Akan Ubah Manuver Politik di Kota Malang

Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) Muhaimin Iskandar temui ribuan simpatisan di Kota Malang, pada acara jalan sehat, Minggu (8/10/2023) (Foto : Istimewa)
Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) Muhaimin Iskandar temui ribuan simpatisan di Kota Malang, pada acara jalan sehat, Minggu (8/10/2023) (Foto : Istimewa)

Kota Malang, blok-a.com – Kabar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjadi tersangka jelas mempengaruhi pasangan calon presiden (capres) Anies Baswedan dan calon wakil presiden (cawapres) Muhaimin Iskandar. Namun, PKB optimis dan menyebut tidak akan ubah manuver politik di Kota Malang.

Berbagai spekulasi saat ini memang bermunculan di tengah masyarakat. Pasalnya, SYL merupakan menteri yang diusung oleh Partai NasDem, sama seperti Anies Baswedan yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar.

“Tidak harus ada manuver, malah kami minta penegakan hukum harus ditegakkan seadil adilnya dan secepat cepatnya,” ujar Penasihat Fraksi PKB Kota Malang, Arief Wahyudi, pada (9/10/2023).

Dia menilai bahwa kasus tersebut tidak ada hubungannya dengan langkah pasangan capres-cawapres AMIN tersebut.

Arief menegaskan bahwa kasus korupsi tidak sepatutnya dikaitkan dengan paslon tertentu. Dia pun meminta agar masyarakat bisa memandang kasus SYL dengan obyektif.

“Ya masyarakat seharusnya obyektif, tidak bisa dikaitkan paslon tersebut, atau capres cawapres,” ungkapnya.

Terkait dampak, Arief menilai justru positif bagi Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Pasalnya, pihaknya bisa menunjukkan pada masyarakat soal sikap perlawanan terhadap kasus korupsi.

Sehingga, ke depannya pihaknya akan melakukan edukasi politik kepada masyarakat.

Di lain pihak Muhaimin Iskandar atau disapa Cak Imin menyebut, bahwa penetapan SYL sebagai tersangka tidak berpengaruh baginya.

Tindakan korupsi yang dilakukan oleh SYL dinilai merupakan tindakan pribadi. Sehingga dia meminta publik untuk tidak menggeneralisir kasus SYL.

“Yang pertama, itu bukan urusan kita, itu attitude pribadi. Kedua, jangan digeneralisir karena itu memang pribadi, yang terakhir kita komit hukum ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujar lelaki berkacamata ini, Minggu (9/10/2023) kepada awak media usai acara Jalan Sehat.

Akan tetapi, Cak Imin menyebut tidak akan mengambil pusing. Dia fokus pada gagasan perubahan yang digaungkan.

“Kota Malang ingin perubahan untuk Indonesia yang lebih maju,” ujar dia. (mg2/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?