Kota Malang, blok-a.com – Pasangan calon (paslon) Mochamad Anton dan Dimyati Ayatullah (ABADI) baru-baru ini mendapatkan survei tertinggi dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Strategi.
Dalam hasil survei tersebut, paslon abadi menempati urutan pertama dengan survei mencapai 43,8 persen lembaga survei tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Juru Bicara (Jubir) Tim Pemenangan paslon nomor urut 1, Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin (WALI), Dito Arief Nurakhmadi menilai survei tersebut tidak relevan dengan situasi saat ini.
Ia menerangkan survei tersebut berdasarkan data pada bulan Oktober 2024, bukan yang terjadi saat ini yakni pada bulan November 2024.
“Nah, perlu kami tanggapi terkait klaim keunggulan tersebut karena pertama, kami tahu persis hasil survei yang dirilis oleh LSI Deny JA adalah hasil survei awal Oktober 2024. Sehingga tidak relevan kemudian dijadikan acuan atau rujukan memotret dinamika pilkada di Kota Malang hari ini,” kata Dito.
Dito menambahkan, survei yang kedua yakni LSI Strategi yang diketahui ada keunggulan 18 persen dari paslon ABADI juga tidak tertera narasumber yang dapat dipastikan kejelasannya. Sehingga pihaknya mempertanyakan validitas dan hasil survei tersebut.
“Saya kira itu juga perlu kami kritisi, perlu kami respon dan tanggapi bahwa dalam rilis yang disampaikan tidak tertera nama narasumber atau kontak person dari biasanya peneliti atau mungkin direktur atau yang menjadi penanggung jawab dalam rilis tersebut,” imbuh Dito.
Dito menyebut, dengan cara seperti ini menunjukkan kekhawatiran dari tim paslon ABADI itu sendiri. Sebab menurutnya, data yang ia peroleh dari tim internal WALI sendiri menunjukkan tren penurunan untuk paslon ABADI.
Sehingga, menurutnya tim paslon ABADI ini melakukan penggiringan opini dengan menyesatkan dan menyampaikan hasil survei yang waktunya sudah tidak relevan serta tidak bisa menunjukkan validasi narasumber itu sendiri.
“Saya kira itu lebih kepada menggiring opini yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara kaedah ilmiah dan secara kaedah akademis. Karena lembaga survei harus mengedepankan kaedah akademis dan kaedah ilmiah,” tegas Dito.
Bahkan, Dito menegaskan elektabilitas paslon Wahyu – Ali terus meningkat setiap harinya. Ia menjelaskan, pada bulan November periode kedua paslon WALI lebih unggul dari dua paslon lainnya.
“Justru dari data tim internal kami (WALI), paslon nomor tiga mengalami penurunan yang tajam. Sehingga kami meyakini per minggu kedua November 2024 ini paslon WALI sudah unggul dibandingkan dengan dua paslon lain,” ungkap Dito.
Terakhir, Dito menerangkan kenaikan elektabilitas paslon WALI ini karena masyarakat Kota Malang sudah menentukan pilihan calon pemimpinnya, yakni yang bersih dan bebas dari korupsi. Dan itu juga menjadi salah satu penyebab turunnya elektabilitas paslon nomor urut 3 tersebut.
“Masyarakat Kota Malang sangat resisten dengan isu korupsi yang ada di salah satu paslon. Sehingga sangat wajar jika terjadi penurunan elektabilitas salah satu paslon,” tukas Dito. (mg1/bob)









