Gairah Politik Kian Meriah, Angka Golput 2024 Diprediksi Minim

Ilustrasi. (Muslimah News)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Zen Amirudin, memprediksi angka golongan putih (Golput) di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan semakin menurun.

Dalam pandangannya, kondisi politik menjelang Pemilu 2024 dinilai cukup ‘meriah’ dibandingkan kontestasi politik di periode sebelumnya. Sehingga, diperkirakan tingkat partisipasi pemilih juga akan meningkat.

Berkaca dari berbagai sudut, Zen sapaan akrabnya memastikan, angka golput menurun dari tahun sebelumnya.

Tentunya hal tersebut memberikan dampak positif bagi proses demokrasi yang akan segera berlangsung pada 14 Februari 2024 mendatang.

“Gairah politik menjelang pemilu 2024 ini kan dari waktu ke waktu terus meningkat, bersamaan dengan proses pencapresan yang berakhir Rabu kemarin. Nampak sekali gairah-gairah politik, sehingga untuk pemilih segera ingin melakukan afiliasi dan kemudian memutuskan untuk berpartisipasi,” ujar Zen kepada blok-a.com, Sabtu (27/10/2023).

Yang kedua, lanjut Zen, dengan adanya kampanye yang dilakukan secara masif baik dari partai politik (Parpol) maupun calon legislatif (Caleg) juga dinilai memiliki sisi positif untuk menekan angka golput itu sendiri.

“Semakin masifnya kampanye-kampanye yang dilakukan oleh parpol maupun caleg membuat tingkat kesadaran politik semakin meningkat,” bebernya.

Selain itu, Zen menyebut faktor ekonomi juga menjadi salah satu hal yang cukup krusial dalam partisipasi politik.

Meningkatnya ekonomi masyarakat, tentunya akan dibarengi dengan meningkatnya literasi dan partisipasi politik.

Komposisi Capres – Cawapres

Lebih lanjut, faktor komposisi calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) juga dinilai dapat meningkatkan partisipasi.

Dengan komposisi yang menarik, hal tersebut juga akan menciptakan gairah politik yang baik pula.

Tak kalah pentingnya, dengan didukung calon pemilih dari generasi milenial yang kurang lebih sebanyak 60 persen dari jumlah total calon pemilih keseluruhan. Maka ini akan menjadi tangangan serta peluang keberhasilan Pemilu 2024.

“Tapi saya punya keyakinan bahwa di 2024 akan bagus. Apalagi yang terakhir didukung dengan jumlah pemilih dari generasi milenial dan Gen Z ini yang semakin tinggi, lebih dari 60 persen lebih,” imbuhnya.

Pria yang menjabat sebagai Dosen Fakultas Kominikasi UMM ini menilai, tingginya angka golput merupakan bentuk mencederai proses demokrasi itu sendiri.

Untuk itu, ia berpesan kepada calon pemilih agar menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024 mendatang.

“Yang jelas, golput itu kan nggak bagus bagi proses demokrasi. Karena golput itu gak dihitung dari proses demokrasi kita. Jadi menurut saya suatu sikap yang keliru ketika masyarakat mengambil keputusan untuk golput atau tidak memilih,” pungkasnya. (ptu/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com