Polres Blitar Sigap Selidiki Kasus Keracunan Makanan di Posyandu Lansia

Tim Polres Blitar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menyelidiki kasus keracunan di Posyandu Lansia. (blok-a.com/Fajar)
Tim Polres Blitar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menyelidiki kasus keracunan di Posyandu Lansia. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Polres Blitar tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden keracunan makanan yang menimpa puluhan lansia di Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, setelah mengikuti kegiatan Interaksi Lintas Pihak (ILP) pada Sabtu (10/5/2025).

Kegiatan Posyandu yang diadakan di Balai Dukuh Dusun Sidorejo Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar tersebut diikuti oleh sekitar 64 lansia. Mereka menerima makanan berupa kolak kacang ijo dan dua buah pisang.

Namun, pada Minggu (11/5/2025) pagi, sejumlah peserta melaporkan gejala keracunan, seperti lemas, diare, dan muntah.

Kasubsi PIDM Sihunas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini.

“Sampel makanan telah diambil dan akan diuji di laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti keracunan,” kata Iptu Putut Siswahyudi, Senin (12/5/2025)

Tim Polres Blitar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar untuk mengumpulkan data dan melakukan wawancara dengan korban serta tenaga kesehatan yang terlibat.

Dalam penyelidikan awal, diketahui bahwa gejala muncul lebih dari empat jam setelah makanan dikonsumsi, mengindikasikan kemungkinan adanya kontaminasi bakteri.

“Kami tidak akan berhenti sampai menemukan sumber masalahnya. Ini adalah tanggung jawab kami untuk memastikan keamanan masyarakat,” tandas Putut.

Dari total 64 korban, 22 di antaranya dirawat di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Boro, dalam kondisi yang masih dalam observasi.

Sementara itu, 42 orang lainnya mendapatkan perawatan jalan dan masih dalam pantauan medis.

Pihak kepolisian juga menghimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap keamanan makanan yang dikonsumsi, terutama dalam acara-acara bersama.

“Kami berharap insiden seperti ini tidak terulang di masa mendatang,” pungkasnya.(jar/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com