Keracunan Makanan Kembali Terjadi di Blitar, Timpa Posyandu Lansia

Puluhan lansia mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam acara ILP. (blok-a.com/Fajar)
Puluhan lansia mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam acara ILP. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Insiden keracunan makanan kembali terjadi di Kabupaten Blitar. Kali ini dalam acara Interaksi Lintas Pihak (ILP) yang diselenggarakan di Balai Dusun Sidorejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Sabtu pagi (10/5/2015).

Sekitar 64 lansia, yang merupakan peserta Posyandu Lansia, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan.

Kejadian bermula ketika peserta tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB dan menjalani pemeriksaan kesehatan. Mereka kemudian diberi makanan berupa bubur kacang hijau.

Namun, pada malam harinya, semua peserta mulai merasakan sakit perut, mual, dan muntah.

Beberapa di antara mereka mengalami demam tinggi serta pusing yang parah, hingga terpaksa dilarikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, M.Kes, membenarkan laporan keracunan yang menimpa 64 warga Desa Sidorejo.

“Kami menerima laporan adanya sejumlah warga yang mengalami mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi makanan yang disajikan dalam acara tersebut. Gejala tersebut muncul pada keesokan harinya, Minggu, 11 Mei, dan memaksa beberapa warga untuk mencari perawatan medis,” kata dr. Christine, Minggu (11/5/2025).

“Kami segera mengambil langkah cepat dengan melakukan konfirmasi awal terduga kejadian luar biasa (KLB) dan pelaporan kepada instansi terkait,” tambah dr. Christine.

Tindakan awal yang telah dilakukan mencakup pengambilan data dan penanganan medis kepada para korban.

“Saat ini, 22 orang masih dirawat inap di Puskesmas Boro, sementara 42 lainnya mendapatkan perawatan jalan,” ujarnya.

Dinas Kesehatan kini melaksanakan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui sumber pasti dari keracunan ini.

“Kami juga akan mengambil sampel makanan yang tersedia untuk analisis lebih lanjut,” tandas dr. Christine.

Pihak Dinas Kesehatan menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan, terutama saat menghadiri acara besar.

“Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama kami, dan kami akan terus memantau perkembangan kasus ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, belasan warga Desa Wonotirto, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, juga dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan setelah menghadiri acara yasinan di rumah salah satu warga pada Kamis (8/5/2025) lalu.

Kasus tersebut tengah dalam penyelidikan Satreskrim Polres Blitar.(jar/lio)