Kota Malang, blok-a.com – Tim Shabara Polresta Malang Kota bersama relawan Estehanget berhasil menggagalkan aksi seorang wanita yang diduga hendak melakukan bunuh diri dari atas Jembatan Brantas, dekat Kampung Warna Warni Kota Malang, Selasa (3/6/2024) tengah malam kemarin.
Mak Toen, salah satu pengiat relawan Estehanget mengatakan. Saat itu rekan-rekan mendapatkan laporan dari warga penguna jalan, bahwa sekitar pukul 24.05 WIB, Rabu (4/6/2024 ) menjelang pagi, ada seorang wanita yang diduga melakukan percobaan bunuh diri di Jembatan Brantas.
Korban kemudian diketahui identitasnya. Adalah EP (33), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
“Korban berinisial EP (33) warga Jalan Ikan Piranha Kecamatan Blimbing Kota Malang,” ujar Mak Toen kepada awak media, Rabu (4/6/2024).
Dikatakan Mak Toen, saat itu korban sudah naik palang ke-3 pagar Jembatan Brantas yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Blimbing. Seorang warga yang sedang melintas di jalan tersebut, spontan langsung menggagalkan aksi korban. Ia pun langsung menghubungi pihak kepolisian melalui aplikasi Jogo Malang dan Tim Relawan Estehanget untuk meluncur ke lokasi.
Ditambahkan Mak Toen, korban saat dimintai keterangan di lokasi dalam kondisi linglung. Terungkap pula bahwa dalam kesehariannya korban cukup sering mengalami kesurupan.
“Korban mengaku, saat itu anaknya sedang sakit demam berdarah dan tipes yang dirawat di RS Lavalet. Korban saat itu mendengar suara bisikan halus kalau anaknya mau dijadikan tumbal. Spontan korban keluar dari ruangan menuju tempat parkiran sepedanya di RS Lavalet dan bergerak menuju ke Jembatan Brantas,” terang Mak Toen berdasarkan pengakuan korban .
“Lebih baik saya yang jadi tumbal daripada anaknya,” sambungnya menirukan ucapan korban.

Konfirmasi Pihak Kepolisian
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto membenarkan aksi percobaan bunuh diri tersebut.
“Kami mendapat laporan warga dan relawan melalui aplikasi Jogo Malang. Kemudian tim patroli bergerak ke lokasi dan benar ada perempuan mencoba melakukan aksi bunuh diri,” ujar Yudi, Selasa (4/6/2024).
Yudi mengungkapkan, perempuan tersebut sudah berdiri di pinggir jembatan, sembari melihat ke arah bawah lokasi jembatan.
Akhirnya, tim patroli bersama warga mencoba memegang perempuan tersebut dan menenangkannya.
“Sudah sempat mau lompat. Kita berikan pengertian dan yang bersangkutan sadar bahwa perbuatannya tidak terpuji,” ungkapnya.
Usai diberi pengertian, perempuan berusia 33 tahun itu lalu duduk dan menangis di pinggir jembatan. Kemudian ia dibawa ke Polresta Malang Kota untuk mendapatkan pendampingan, meski sebelumnya sempat menolak.
“Awalnya gak mau, suruh ninggal semua. Tapi kita tetap berusaha merayu dan akhirnya mau ke ambulans dan kita bawa ke Polresta Malang Kota,” katanya.
Warga Kecamatan Blimbing itu akhirnya mendapat pendampingan psikologis di Polresta Malang Kota.
Saat ini, EP sudah dikembalikan ke pihak keluarga, tetapi masih tetap mendapat dampingan konseling, untuk mencegah aksi percobaan bunuh diri terulang kembali.
“Sudah dikembalikan ke pihak keluarga. Kita tetap pendampingan psikologis,” imbuhnya.
Dengan adanya aksi ini, Yudi mengimbau kepada seluruh masyarakat. Jika menemui orang yang tampak linglung dan berada di lokasi rawan, segera melapor ke pihak kepolisian agar cepat ditindaklanjuti.
“Kita tetap koordinasi dengan semua pihak untuk mengantisipasi. Kita akan berikan bimbingan konseling,” pungkasnya.









