Kembali Ada Aktivitas Vulkanik di Gunung Semeru, Letusan Setinggi 700 Meter

Terlihat letusan setinggi 700m dari puncak Gunung Semeru pada Jumat (11/7/2025) (dok: Antara/PVMBG)
Terlihat letusan setinggi 700m dari puncak Gunung Semeru pada Jumat (11/7/2025) (dok: Antara/PVMBG)

Blok-a.com – Salah satu gunung berapi aktif, yaitu Gunung Semeru, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Berdasarkan laporan resmi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi), dan beberapa postingan yang beredar di sosial media. Gunung Semeru kembali mengalami erupsi dengan letusan mencapai ketinggian 700 meter di atas puncak atau 4376 meter di atas permukaan laut. Erupsi ini terjadi pada hari Jum’at pagi sekitar pukul 06.31 WIB (11/7/2025).

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.31 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4376 meter di atas permukaan laut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, dikutip dari Antara.

Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Jawa Timur yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang. Gunung Semeru memang memiliki catatan aktivitas vulkanik yang tinggi.

Erupsi kali ini tidak terlalu mengejutkan karena masih sesuai dengan pola aktivitasnya. Sejak 1967, gunung ini kerap mengalami erupsi, termasuk letusan serupa pada 9 Juli 2025 dengan ketinggian kolom abu 1.000 meter dan luncuran awan panas sejauh 4.000 meter.

Karaakteristik kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, dengan arah penyebaran ke arah tenggara. Getaran erupsi tersebut terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 126 detik.

Saat ini status gunung berada pada level II atau level waspada, sehingga PVMBG memberikan beberapa rekomendasi dan imbauan, di antaranya:

  • Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak.
  • Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena risiko awan panas dan aliran lahar.
  • Waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai kecil yang berhulu di puncak Semeru.

Berdasarkan data yang ada, hingga saat ini, tidak ada laporan dampak yang signifikan seperti kerusakan material atau korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru. (mg2/gni)

Penulis: Siti Cholifah (mahasiswi magang STIMATA)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com