Kota Malang, blok-a.com- Kasus dugaan korupsi PT Pertamina Patra Niaga yang mencampur Pertamax dengan Pertalite membuat kepercayaan masyarakat terhadap BBM Pertamina merosot tajam. Banyak pengendara kini memilih mengisi bahan bakar di SPBU pesaing, seperti BP dan Shell.
Di Kota Malang, fenomena ini terlihat jelas. Dua SPBU, yakni BP di kawasan Rampal dan Shell di Jalan Kawi, mendadak ramai hingga antrean panjang terjadi sejak pagi. Bahkan, di SPBU BP Rampal, stok BBM sudah ludes pada pukul 13.00 WIB.
“Iya mas, habis. Masih diisi ulang, karena tadi ramai,” ujar seorang karyawan SPBU BP Rampal, Kamis (27/2/2025).
Tak hanya di Rampal, SPBU BP di kawasan Soekarno-Hatta (Suhat) juga mengalami lonjakan pelanggan. Rama, salah satu karyawan SPBU BP Suhat, menyebut kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa hari. Terlebih, SPBU BP kembali menghadirkan promo gratis 1 liter BBM untuk pembelian minimal 25 liter.
“Rame mulai tadi. Kalau promo ini dulu sempat dihentikan karena stok tipis. Sekarang sejak awal tahun ada lagi,” ungkapnya.
Lonjakan pelanggan ini turut membuat masyarakat penasaran mencoba BBM dari SPBU non-Pertamina. Salah satunya Deni (34), yang baru pertama kali mengisi BBM di SPBU BP Suhat.
“Ya baru pertama ini saya ngisi di sini. Mau coba saja, biasanya pakai Pertamax, karena mobil saya nggak bisa pakai Pertalite,” ujarnya.
Ia mengaku kecewa setelah mendengar isu pencampuran Pertamax dengan Pertalite. Maka dari itu, ia memilih mengisi bahan bakar menggunakan merk BP.
“Ketipu saya selama ini. Percuma beli Pertamax kalau isinya Pertalite. Makanya coba BP, kalau cocok, kayaknya ya ini terus,” katanya.
Harga BBM di SPBU BP dan Shell pun bersaing. BP 92 dijual Rp13.200 per liter, BP Ultimate Rp13.490, BP Ultimate Diesel Rp15.030, dan BP Diesel Rp14.680. Sementara itu, Shell Super dibanderol Rp13.350 per liter, Shell V-Power Rp13.940, Shell V-Power Nitro+ Rp14.110, dan Shell V-Power Diesel Rp15.030. (yog/bob)









