Mobil DLH Kota Pasuruan Isi BBM Bersubsidi, Bolehkah?

Foto Mobil Dinas Lingkungan Hidup di salah satu SPBU Kota Pasuruan.
Foto Mobil Dinas Lingkungan Hidup di salah satu SPBU Kota Pasuruan.(istimewa)

Pasuruan, blok-a.com – Sebuah mobil operasional milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pasuruan terlihat mengisi bahan bakar minyak (BBM) Pertalite di salah satu SPBU di Kota Pasuruan.

Hal ini sempat menjadi perhatian warga, mengingat Pertalite merupakan BBM bersubsidi yang penggunaannya diatur oleh pemerintah.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Pasuruan, Ikshan, memberi klarifikasi terkait hal tersebut.

Dia menjelaskan, mobil tersebut merupakan kendaraan operasional yang digunakan untuk kegiatan pelayanan publik, seperti pengangkutan sampah dan pemeliharaan kebersihan kota.

Oleh karena itu, penggunaannya dalam mengisi BBM subsidi sudah sesuai aturan yang berlaku.

“Itu adalah mobil operasional, bukan kendaraan dinas kepala dinas. Jadi memang boleh menggunakan BBM bersubsidi. Berbeda dengan mobil dinas pimpinan, yang wajib menggunakan BBM nonsubsidi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan ketentuan ini telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur penggunaan BBM bersubsidi.

Mobil operasional yang digunakan untuk kepentingan pelayanan masyarakat masih diperbolehkan menggunakan Pertalite. Sementara kendaraan dinas pejabat dan kendaraan mewah dilarang menggunakan BBM bersubsidi.

Beberapa warga Kota Pasuruan memberikan pendapatnya terkait hal ini. Seorang warga bernama Rudi (35) mengatakan, selama kendaraan tersebut memang digunakan untuk kepentingan umum, maka seharusnya tidak menjadi masalah.

“Kalau memang benar-benar untuk operasional kebersihan kota, ya sah-sah saja. Yang penting jangan sampai disalahgunakan,” ujarnya.

Sementara itu, warga lain, Siti (40), berharap ada pengawasan yang lebih ketat agar BBM subsidi tidak digunakan oleh kendaraan yang tidak berhak.

“Kadang kita lihat ada mobil pelat merah yang ikut antre beli Pertalite. Kalau memang aturan membolehkan untuk mobil operasional, ya tidak masalah, asal jangan sampai ada penyalahgunaan,” katanya.

Dengan adanya insiden ini, diharapkan penggunaan BBM subsidi dapat diawasi dengan baik agar benar-benar tepat sasaran sesuai dengan peraturan yang berlaku.(rah/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com