Bocah Tenggelam di Sungai Brantas Malang, Nyawa Melayang

Kota Malang, blok-a.com – Seorang bocah tenggelam saat mandi di sungai Brantas di Kelurahan Samaan , Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Bocah yang masih duduk di kelas 2 SD itu diketahui bernama
Yazdian Shahib Ar Roky (9) warga Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen Kota Malang.

Saksi mata Asnan (50) mengatakan, sekitar pukul 08.00, korban bersama temannya bernama Sawan mandi di Sungai Brantas di belakang Musala Al Aqso RT 02 RW 08 Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen.

Saat itu korban berjalan ke tengah sungai. Korban mengira sungai tersebut dangkal. Namun ternyata kedalaman sungai cukup dalam dibanding tinggi badannya.

“Sewaktu posisi di tengah sungai, tiba tiba korban tenggelam dan tidak muncul kepermukaan,” ujar Asnan, Minggu (20/10/2024).

Mengetahui temannya tenggelam, teman korban meminta tolong kepada warga sekitar.

“Warga sekitar yang dapat laporan langsung melakukan pencarian dan sekitar 10 menit kemudian korban ditemukan di dasar sungai dengan jarak sekitar beberapa meter dari awal korban terakhir terlihat,” bebernya.

Warga sekitar langsung menaikkan korban dari dasar sungai ketepian untuk menyelamatkan nyawanya. Namun sayang nyawanya tak bisa diselamatkan akhirnya.

“Warga bersama orang tua korban membawa korban ke Rumah Sakit BRI Medika. Nahas sesampai disana korban dinyatakan sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia,” jelasnya.

Perangkat RT setempat langsung menghubungi Bripka Janjam selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Samaan dan Aiptu Sapto selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Penanggungan.

Aiptu Sapto selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Penanggungan saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya bocah tenggelam saat mandi di sungai Brantas Kota Malang itu.

“Benar,tadi setelah mendapatkan laporan dan mendatangi lokasi serta memintai keterangan dari saksi
kalau ada ada bocah kelas 2 SD tenggelam saat mandi di sungai Brantas yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya,” singkatnya.

Pihak keluarga meminta agar tidak dilakukan visum dan membuat surat pernyataan tidak dilakukan visum.

“Pihak keluarga merasa ikhlas karena ini musibah dan tidak menuntut pihak manapun atas kejadian ini,” tukasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com