Banjir Rendam Tiga Desa di Mojokerto, 137 Rumah Terendam Luapan Sungai Lamong

Polisi dan TNI membantu evakuasi barang-barang milik warga yang terendam banjir.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Polisi dan TNI membantu evakuasi barang-barang milik warga yang terendam banjir.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Mojokerto sejak Minggu malam, (8/6/2025), hingga Senin pagi menyebabkan banjir di sejumlah kawasan.

Di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, banjir terjadi akibat luapan Sungai Lamong.

Sebanyak 137 rumah di tiga desa terdampak banjir, yakni Desa Talunblandong, Banyulegi, dan Pulorejo. Selain merendam permukiman dengan ketinggian air antara 40 hingga 50 sentimeter, banjir juga menggenangi 39,5 hektare sawah dan lahan tebu di lima dusun.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel S Marunduri, bergerak cepat merespons bencana ini dengan menerjunkan personel untuk membantu evakuasi warga.

Proses evakuasi dipimpin Kapolsek Dawarblandong AKP Bakir bersama unsur Muspika, BPBD, TNI, dan relawan.

“Petugas terus bersiaga dan memantau situasi di lapangan. Laporan perkembangan akan kami sampaikan secara berkala kepada pimpinan,” ujar AKP Bakir di lokasi kejadian, Senin, 9 Juni 2025.

Ia juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Lamong untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.

“Keselamatan diri dan keluarga adalah yang utama,” kata Bakir.

Banjir ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah barat Kabupaten Lamongan hingga Mojokerto sejak dini hari, menyebabkan debit Sungai Lamong meningkat tajam dan meluap ke permukiman warga.

Pemerintah Kecamatan Dawarblandong dan instansi terkait telah melakukan langkah-langkah tanggap darurat, termasuk koordinasi lintas sektoral untuk mengantisipasi dampak lanjutan banjir.(sya/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com