Aremania Oro-oro Dowo Turun Jalan, Tolak Hasil Autopsi hingga Tolak Rencana Meruntuhkan Stadion Kanjuruhan

Aremania Oro-oro Dowo Turun Jalan, Tolak Hasil Autopsi hingga Tolak Rencana Meruntuhkan Stadion Kanjuruhan
Aremania Oro-oro Dowo Turun Jalan, Tolak Hasil Autopsi hingga Tolak Rencana Meruntuhkan Stadion Kanjuruhan

Kota Malang, blok-a.com – Aremania kembali memenuhi jalanan Kota Malang dengan aksi turun jalan Tragedi Kanjuruhan.

Aksi itu salah satunya di sepanjang Jalan Guntur Kelurahan Oro-oro Dowo Kecamatan Klojen Kota Malang.

Puluhan Aremania yang tergabung dalam Rodowo Satu Kamando itu bergerak mulai jembatan Pasar Oro-Oro Dowo hingga sepanjang Jalan Guntur Kota Malang.

Terlihat puluhan massa aksi yang terdiri dari remaja, orang dewasa hingga ibu-ibu sepakat menggunakan kaos hitam berjalan turun ke jalan.

Massa aksi terlihat semangat menyanyikan yel-yel Arema, mengibarkan bendera, hingga membawa spanduk serta poster Tragedi Kanjuruhan.

Mereka menginginkan keadilan ditegakkan dalam proses pengusutan Tragedi Kanjuruhan.

Salah satu Aremania yang enggan disebut namanya mengungkapkan, ada tiga tuntutan yang ingin disampaikan.

Pertama adalah massa aksi itu menolak adanya rencana meruntuhkan Stadion Kanjuruhan. Mereka ingin rencana untuk meruntuhkan Stadion Kanjuruhan itu dilakukan sampai adanya rekonstruksi ulang Tragedi Kanjuruhan di stadion yang terletak di Kecamatan Kepanjen.

Sekadar informasi, Stadion Kanjuruhan belum menjadi tempat rekonstruksi ulang Tragedi Kanjuruhan. Dari informasi yang dihimpun blok-a.com, rekonstruksi ulang itu dilakukan di Mapolda Jatim.

“Karena Stadion Kanjuruhan sebagai TKP,” ujarnya ke blok-a.com, Minggu (4/12/2022).

Seperti diketahui, 135 orang meninggal pasca melihat pertandingan Arema FC melawan Persebaya Sabtu (1/10/2022) di malam kelam.

Kebanyakan korban meninggal dan luka itu terdapat di gate 13. Kekinian gate tersebut dipenuhi bunga dan juga sepatu serta syal hingga kaos Arema.

Beberapa masih mendoakan korban jiwa Tragedi Kanjuruhan di gate tersebut.

Pria itu juga menjelaskan, tuntutan Aremania hari ini juga menolak hasil Autopsi. Autopsi sendiri dilakukan ke kedua putri Devi Athok salah satu Aremania. Hasilnya di dua jenazah itu tidak ada residu gas air mata.

Dia menjelaskan, penolakan itu karena menganggap Tim Dokter Forensik tidak kredibel dalam melakukan autopsi.

“Menolak hasil autopsi, karena PDFI (Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia) tidak kredibel,” ujarnya.

Massa aksi juga menginginkan adanya autopsi ulang. Mereka masih percaya gas air mata adalah salah satu penyebab yang menewaskan ratusan orang itu.

“Laksanakan autopsi ulang,” tuturnya.

Beberapa minggu ini, Aremania memang rutin turun jalan. Mereka melakukan aksi untuk mengingatkan bahwa Tragedi Kanjuruhan belum usai.

Kemacetan memang tidak terelakkan, namun Aremania menilai kemacetan jalan itu juga simbol kemacetan keadilan. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.