3 Hari Hilang Karena Depresi, Warga Jombang Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Brantas 

Evakuasi mayat yang mengapung di sungai brantas di bawah jembatan Ploso.(blok-a.com/syahrul)
Evakuasi mayat yang mengapung di sungai brantas di bawah jembatan Ploso.(blok-a.com/syahrul)

Jombang, blok-a.com – Sesosok mayat ditemukan mengapung di Sungai Brantas, tepatnya di bawah jembatan Ploso, Jombang.

Usai dilakukan identifikasi sidik jari menggunakan alat MAMBIS (Mobile Automated Multi- Biometric Identification System), identitas korban berhasil terungkap.

Pengungkapan ini diperkuat dengan keterangan istri korban yang melaporkan bahwa mayat tersebut adalah suaminya yang hilang sejak tiga hari lalu. Keyakinan itu berdasar celana yang dipakai korban saat ditemukan mengapung di sungai.

“Setelah mendengar ada penemuan mayat di bawah jembatan Ploso, istrinya kemudian melaporkan jika suaminya hilang sejak hari Selasa,” kata Kapolsek Ploso Kompol Purwo Atmojo Rumantyo, Kamis (2/11/2023).

Karena mayat yang sudah dievakuasi dan sudah dibawa ke RSUD Jombang, maka perempuan yang lapor suaminya hilang itu diantar ke RSUD Jombang untuk memastikan identitas mayat tersebut.

Perempuan tersebut sempat ragu ketika melihat wajah korban yang agak sulit dikenali karena bengkak akibat berada di air selama tiga hari.

Tim medis berhasil mengidentifikasi jasad tak dikenal melalui sidik jari dan retina mata. Akhirnya dipastikan jasad tersebut adalah suami dari perempuan yang melapor itu.

“Sempat ragu saat lihat wajahnya, tapi hasil sidik jari dari tim Inafis menyatakan bahwa korban merupakan Eko Yulis Cahyono,” tutur Purwo.

Eko Yulis Cahyono merupakan warga Desa Tanggungkramat, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Berdasarkan keterangan sang istri, korban sempat mengalami depresi sebelum ditemukan tewas mengapung di sungai.

“Dari keterangan istrinya, korban mengalami depresi atau stres, pandangannya kosong, sebelum akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa di sungai,” ungkap Purwo.

Kepolisian masih menyelidiki penyebab meninggalnya korban, namun dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan bekas tanda kekerasan. Hanya luka di bagian punggung yang diduga akibat korban terjatuh ke sungai Brantas.

“Luka dibagikan punggung itu akibat terkena batu atau benda-benda di sungai Brantas. Tidak ada tanda bekas kekerasan,” tutur Purwo.

Saat ini korban masih berada di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang dan akan dimakamkan oleh pihak keluarga. (sya/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?