Dua Jenazah Perempuan Ditemukan di Bekas Asrama Polisi Ploso-Jombang, Polisi Selidiki Dugaan Tindak Pidana

Evakuasi mayat yang ditemukan di semak-semak bekas asrama polisi Ploso, Jombang.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Evakuasi mayat yang ditemukan di semak-semak bekas asrama polisi Ploso, Jombang.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Jombang, Blok-a.com – Warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, digegerkan dengan penemuan dua jenazah berjenis kelamin perempuan di lubang puing bangunan bekas asrama polisi yang telah lama terbengkalai, Rabu (25/2/2026) siang. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian kedua korban.

Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 14.00 WIB. Kecurigaan warga muncul setelah mencium bau menyengat dari area semak-semak di lokasi bekas bangunan tersebut.

Kasatreskrim AKP Dimas Robin Alexander mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari saksi.

“Sekira pukul 14.00 WIB kami mendapatkan laporan dari saksi terkait dugaan penemuan dua jenazah. Setelah kami cek tempat kejadian perkara, benar terdapat dua jenazah,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dari hasil pemeriksaan awal, satu korban diketahui perempuan dewasa, sementara satu lainnya anak perempuan. Namun hingga kini identitas keduanya belum dapat dipastikan.

“Yang pertama perempuan dewasa, yang satu lagi masih anak kecil, jenis kelamin perempuan juga. Saat ini kedua jenazah sudah kami bawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi,” katanya.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti, salah satunya botol berisi cairan yang diduga bahan bakar minyak (BBM). Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

“Di TKP kami temukan beberapa barang bukti, salah satunya botol berisi dugaan BBM. Semua sudah kami amankan sementara,” jelasnya.

Secara kasat mata, pada tubuh korban ditemukan bagian kulit yang tampak terbakar. Namun polisi belum dapat memastikan penyebabnya dan masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik.

“Dari visual memang ada beberapa bagian kulit yang terbakar. Tapi lebih lanjut kami tunggu hasil pemeriksaan dokter forensik,” ujarnya.

Ia menambahkan, luka bakar yang terlihat bukan menghitam, melainkan mengelupas. Sementara bagian tubuh lain yang tampak kehitaman diduga merupakan lebam. Berdasarkan kondisi jasad, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari satu hari.

“Kalau luka bakarnya bukan menghitam, tapi mengelupas. Kalau hitam-hitam itu lebam. Diduga sudah lebih dari satu hari,” terangnya.

Saat ditanya kemungkinan adanya tindak pidana, Dimas menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan.

“Kami lakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menyimpulkan apakah ini merupakan pembunuhan atau bukan,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan saksi, di sekitar lokasi juga ditemukan sepeda motor yang disebut telah berada di tempat tersebut selama dua hari terakhir. Namun polisi belum memastikan keterkaitannya dengan kedua korban.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Zamroni, mengatakan awalnya warga mengira hanya ada satu korban. Namun setelah dicek lebih lanjut, ditemukan dua jenazah di dalam lubang sedalam lebih dari satu meter di area semak-semak.

“Awalnya dikira satu orang, ternyata dua, satu wanita dan satu anak-anak,” ujarnya.

Saat ditemukan, kedua korban berada di dalam lubang tanpa busana. Hingga sore hari, petugas dari Polsek Ploso bersama Satreskrim Polres Jombang masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan pendalaman untuk mengungkap identitas serta penyebab kematian kedua korban. (sya/gni)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com