Baju Adat Ditetapkan sebagai Seragam SD hingga SMA, Ini Tanggapan Publik

Anak-anak sekolah memakai baju adat daerah (ist)
Anak-anak sekolah memakai baju adat daerah (ist)

blok-A.com – Aturan baru mengenai seragam sekolah tingkat SD hingga SMA/SMK yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), tuai banyak tanggapan.

Hal tersebut dikarenakan, dalam aturan yang baru dirilis, terdapat intruksi untuk mengenakan pakaian adat sebagai seragam sekolah tingkat SD hingga SMA/SMK. Aturan tersebut tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022 tentang pakaian seragam sekolah.

“Selain pakaian seragam Sekolah dan Pakaian Seragam Khas Sekolah, Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya dapat mengatur pengenaan pakaian adat bagi Peserta Didik pada Sekolah,” bunyi pasal 4 dalam Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022.

Selain menetapkan aturan mengenai seragam pakaian adat, Kemendikbudristek juga mengatur penggunaan seragam nasional, pramuka, dan seragam khas sekolah.

Salah satu tujuan dibentuknya aturan tersebut adalah untuk menanamkan dan menumbuhkan nasionalisme, kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan di antara Peserta Didik.

Untuk jadwal pemakaian, Kemendikbudristek menjelaskan bahwa seragam pakaian adat tersebut dapat digunakan pada hari atau acara adat tertentu.

“Pakaian adat digunakan Peserta Didik pada hari atau acara adat tertentu,” lanjut Permendikbudristek dalam pasal 10 ayat 3.

Sementara untuk pemakaian seragam nasional, Kemendikbudristek mengatur agar dipakai minimal setiap hari Senin dan Kamis serta pada hari pelaksanaan upacara bendera.

Aturan baru mengenai seragam pakaian adat ini pun menuai respon baik dari masyarakat karena menganggap aturan ini bisa menjadi landasan untuk tetap mempertahankan budaya Indonesia.

Tanggapan tersebut dilansir blok-A.com dari laman instagram @lambe_turah, Rabu (12/10/2022).

“Bagus donk minceu. Biar generasi seterusnya tetap tau mengenal n melestarikan baju adat,” tulis akun @erikameylestari45.

“Wow… good!! Krn mulai banyak yg gk mau pake baju adat dgn alasan ribet dsb… 👍👍👏👏,” lanjut @kingkong_2772.

“Eh beneran ini bagus n keren drpd pk seragam atasan ngetat trs croptop, bawahannya rok mini diatas lutut mending baju adat atau kebaya😍,” komen @illegirlvg.

Di balik pujian tersebut, ternyata ada beberapa warganet yang kurang setuju atas aturan seragam pakaian adat ini, karena dianggap dapat menambah anggaran untuk seragam sekolah.

“Bantuin sewain pak … atau mendikbud pengadaan baju adat dan bagiin sluruh siswa scra nasional, gratis,” tulis akun @adi21yadi.

“Ojok nambai beban pengeluarane wong cilik boss ga kabeh wong indonesia mampu kecuali disediakan dr sekolah,” papar @kikik_kaeyla.

“Seragam kan bukannya tujuannya untuk penanda bahwa mereka siswi/siswa disekolah tsb ya? Prospek kaya gitu justru malah bikin anggaran naik, bikin ribet anak sekolah apalagi emaknya, plus banyak2in cucian,” komen @friskamaduri.

(hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com