Tak Transparan Soal Anggaran, Proyek Diknas Sidoarjo Disoal LSM

Tak Transparan Soal Anggaran, Proyek Diknas Sidoarjo Disoal LSM
Tak Transparan Soal Anggaran, Proyek Diknas Sidoarjo Disoal LSM

 

Sidoarjo,blok-a.com– Proyek pembangunan unit sekolah baru (USB) sekolah menengah pertama negeri 2 (SMPN 2) Prambon milik Dinas Pendidikan (Diknas) Sidoarjo berlokasi di belakang kantor Koramil Prambon di Desa Kajartengguli disoal LSM.

Gara-garanya kontraktor diduga menyembunyikan informasi anggaran proyek pembangunan sekolah di Sidoarjo yang dikerjakan.

Terbukti papan informasi proyek yang terpampang di lokasi proyek tidak dilengkapi nominal anggaran proyek tersebut.

Bupati LIRA Sidoarjo, Winarno, mencium ada ketidakberesan pada pelaksanaan proyek pembangunan sekolah baru tersebut.

Selain tercantum jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan waktu atau lama pekerjaan, harusnya papan informasi mencantumkan besaran anggaran proyek.

“Saya harap tidak disengaja (lupa, red). Tapi kalau disengaja, kita patut curigai ada ketidakberesan di proyek itu Mas,” ujarnya, Jumat (20/10/2023).

Kata Winarno, wujud transparansi publik dalam proyek harus jelas anggaran dibiayai oleh negara, dan mencantumkan nilai proyek itu.

Teks foto : Papan informasi proyek pembangunan unit sekolah baru di Desa Kajartengguli, Kecamatan Prambon Sidoarjo
Teks foto : Papan informasi proyek pembangunan unit sekolah baru di Desa Kajartengguli, Kecamatan Prambon Sidoarjo

Sehingga tidak menimbulkan hal negatif di kalangan masyarakat.

“Pokoknya harus transparan, dan itu kan uang rakyat, masak rakyat gak boleh tahu besaran anggaranya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pekerja proyek, yakni Bilal yang mengaku m sebagai konsultan proyek menjelaskan pengerjaan proyek Diknas Sidoarjo baru dilaksanakan berkisar dua minggu lalu.

“Proyek ini mulai dilaksanakan kurang lebih dua minggu lalu Mas,” ujarnya.

Dia menegaskan tidak dituliskannya nilai anggaran proyek di papan informasi proyek sudah pernah disampaikan ke rekanan atau kontraktornya.

“Itu sudah pernah saya sampaikan, entah gak tahu kenapa kok sampai hari sekarang belum diganti,” akunya. (jum/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?