KKM 132 UIN Malang Gelar Pelatihan Buat Jamu di Desa Argosuko

whatsapp image 2022 12 27 at 09.52.47
Proses pembuatan instan jamu temulawak di Poncokusumo Kabupaten Malang, Minggu (25/12/2022) (dok. pribadi Fitri for blok-a.com)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 132, Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang gelar sebuah program berupa penyuluhan tentang Pengolahan Tanaman Obat Tradisional (TOT) dan Pelatihan Pembuatan Granulasi Temulawak. Acara ini dilaksanakan di Balai Desa Argosuko Kec. Poncokusumo, Sabtu (25/12/2022) dan dihadiri 30 ibu-ibu PKK sebagai peserta.

Mereka berbagi pengetahuan mengenai bagaimana pengolahan dan manfaat temulawak yang dapat dijadikan sebagai jamu tradisional serta produk hasil pengolahan ini mendapat nilai jual tinggi. Hal ini karena salah satu potensi tanaman obat yang banyak ditemui di Desa Argosuko Kec. Poncokusumo adalah temulawak. Sayangnya, selama ini masyarakat hanya memanfatkan temulawak sebagai bumbu dapur dan jamu godok.

“Sebelumnya kami sudah survey lapangan dan memang sejauh ini olahan di desa ini hanya berpacu pada belimbing dan jeruk, dan sekarang kita ingin mengembangkan yang lain”, Ujar Fitri Ketua KKM 132.

Pada kegiatan ini, mahasiswa KKM 132 bekerja sama dengan ibu Mulyani, pemilik UMKM sari buah dan tanaman obat bubuk dalam kemasan untuk menggelar sosialisasi pembuatan granulasi temulawak. Acara yang berlangsung selama 3 jam tersebut dibagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama adalah pembukaan, yang kemudian dilanjutkan dengan pengisian kuesioner peserta sosialisasi. Pengisian kuesioner ini ditujukan untuk mengetahui tingkat pemahaman mengenai peserta sehingga materi yang disampaikan bisa menyesuaikan.

Selanjutnya, pada sesi kedua dilanjutkan dengan pemberian materi yang disampaikan oleh Fitriyani, ketua KKN 132 yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Farmasi UIN Malang. Fitri memaparkan mengenai jenis-jenis tanaman obat, yang spesifikasinya adalah temulawak. Ia menjelaskan manfaat dan langkah-langkah pembuatan granulasi temulawak.

Terlepas dari proses granulasi temulawak dan manfaat tanaman obat, pemaparan materi mengenai pemasaran produk-produk juga dilakukan pada sosialisasi ini. Fitri menjelaskan bahwa banyak tempat yang cocok dan mudah digunakan sebagai media promosi di era digital ini. Seperti melalui aplikasi Shopee, Tokopedia, Lazada, Instagram, Facebook, dan juga Tiktok.

Setelah pemaparan materi selesai, dilanjutkan dengan sesi terakhir yaitu praktik pembuatan granulasi temulawak. Peserta dibagi menjadi dua kelompok yang tiap kelompoknya beranggotakan 15 orang. Antusiasme yang luar biasa terlihat dari semangat para peserta selama proses pembuatan granulasi temulawak.

“Saya sangat senang adik-adik mahasiswa KKM 132 melaksanakan kegiatan ini, ini kebetulan perdana. Bekal ilmu yang diperoleh disini nanti bisa dipraktikkan lagi oleh ibu-ibu di rumahnya masing-masing”, Kata Ketua PKK Argosuko.

Usai pembuatan granulasi temulawak, acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan panitia. Mahasiswa KKM 132 yang sekaligus sebagai panitia berharap nantinya para peserta bisa mempraktikkan sendiri apa yang telah diperoleh hari ini di rumah masing-masing. (bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?