Good Word School: Kemampuan Saja Tak Cukup, Harus Profesional dan Ber-attitude

attitude mahasiswa
Kuliah tamu yang diberikan Direktur Good Word School of Communication Dewi Yuhana berlangsung seru lewat sesi praktik mahasiswa. (Good Word School for Blok-a.com)

Kota Malang, blok-a.com – Terjun ke dunia kerja membutuhkan persiapan yang matang. Tak hanya perlu belajar berkomunikasi yang baik, attitude atau perilaku juga wajib diasah dan ditata.

Menjelang pelaksanaan program praktik kerja lapangan (PKL), para mahasiswa Poltekkes Putra Indonesia Malang (PIM) mendapat kuliah tamu terkait pembekalan soft skills Komunikasi, Disiplin dan Sikap Profesional di tempat kerja.

Mahasiswa dari dua program studi Analis Farmasi & Makanan dan Farmasi sudah menguasai keterampilan sesuai bidang keilmuan. Namun tugas mereka yang berkaitan erat dengan pelayanan masyarakat, mengharuskan untuk dapat menguasai kemampuan komunikasi dan tampil dengan attitude yang baik serta profesional.

Keresahan yang muncul di benak mahasiswa menjelang PKL adalah khawatir tak diterima dengan baik kala masuk ke lingkungkan kerja.

“Gugup, takut nggak dianggap dan takut salah juga. Karena kan berhadapan dengan atasan, orang banyak, dan pasien langsung di rumah sakit,” kata salah satu mahasiswa Poltekkes PIM, Selfi.

Bersama Good Word School of Communication, mahasiswa Poltekkes PIM diajak berlatih menjaga basic attitude dan sikap profesional yang wajib diterapkan saat bekerja. Mulai dari cara berpenampilan, menanggapi lawan bicara, sampai bagaimana memposisikan diri dan berkomunikasi antarkaryawan dan atasan.

Baca Juga: Belajar Komunikasi Efektif di Dunia Kerja Bareng Good Word School

Attitude ini sangat penting di kehidupan sehari-hari dan juga dalam kehidupan bekerja. Sepintar apapun seseorang, kalau sikapnya kurang baik ya tidak akan diterima oleh rekan kerja atau bahkan pasien. Jadi kemampuan, sikap profesional dan attitude harus balance,” jelas Direktur Good Word School of Communication, Dewi Yuhana, Sabtu (28/1/2023).

Hana, panggilan akrabnya menyampaikan, sama dengan sikap profesional yang dapat dipelajari dan dipraktikkan, mahasiswa juga dapat melatih attitude mereka supaya menjadi lebih baik.

Attitude bukan sesuatu yang melekat karena bawaan lahir. Kita bisa mengubahnya dengan latihan dan pembiasaan diri dalam keseharian,” urai praktisi komunikasi yang juga pengurus Himpunan Psikologi (HIMPSI) Cabang Malang ini.

Selama kuliah tamu berlangsung, fokus mahasiswa PIM tak sedikitpun teralih. Mereka kompak dan cukup sigap dalam menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan. Suasana semakin heboh kala sejumlah mahasiswa melakukan role playing sebagai petugas apotek, hingga menjadi bos dan karyawan.

Wakil Direktur Bidang Administrasi Umum dan Akademik Akademi PIM, Ambar Fidyasari, yang ikut duduk di bangku peserta mengatakan, pembekalan softskill memang dirasa sangat berguna bagi para mahasiswa. Terlebih, mereka merupakan angkatan tahun 2020 yang kala itu banyak menghabiskan waktu di rumah dan jarang bersosialisasi karena pandemi Covid-19.

Baca Juga: Ini Solusi Pemkab Malang untuk Tekan Angka Putus Sekolah

“Temen-temen mahasiswa ini kan angkatan 2020 atau angkatan corona ya. Mereka jarang bertemu langsung dengan orang karena kondisi. Jadi kita memang butuh pembekalan seperti ini,” kata Ambar.

Ambar berharap, lewat pembekalan ini mahasiswa bisa lebih siap saat terjun di dunia kerja. “Harapannya teman-teman Poltekkes PIM sebelum pemberangkatan PKL itu mendapat bekal komunikasi, terutama intrapersonal, yang nantinya bisa dibawa di dunia kerja,” tandasnya. (lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?