Mojokerto, Blok-a.com — Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kota Mojokerto melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan distribusi pupuk serta pestisida. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stok pupuk bagi petani tetap aman sekaligus memastikan penyalurannya berjalan sesuai ketentuan.
Pengawasan dilakukan dengan meninjau langsung salah satu titik distribusi pupuk di CV Syfa, Jalan Raya Blooto, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Rabu (12/8/2026).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita mengatakan, hasil peninjauan menunjukkan ketersediaan stok pupuk saat ini dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala.
“Ketersediaan stok aman. Enggak ada masalah, aman semuanya,” kata Ning Ita usai melakukan peninjauan.
Menurutnya, pengawasan terhadap pupuk dan pestisida tidak dilakukan secara insidental, tetapi secara berkala dan berkelanjutan. Pengawasan tersebut melibatkan berbagai unsur melalui sinergi lintas sektor.
“Kita ini kan tim, sinergi lintas sektor. Ada dari Pemkot Mojokerto, Kejaksaan, juga Kepolisian. Kami bersama-sama melakukan pengawasan ini secara berkala dan berkelanjutan dengan memantau secara langsung laporan bulanan,” jelasnya.
Selain memastikan ketersediaan stok pupuk, Pemerintah Kota Mojokerto juga terus memantau perkembangan penggunaan pupuk nonsubsidi sebagai salah satu alternatif untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Ning Ita menyebut, sebelumnya Pemkot Mojokerto telah melakukan uji coba penggunaan pupuk produksi Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) di dua kecamatan. Hasil uji coba tersebut menunjukkan adanya peningkatan produktivitas tanaman padi.
“Kalau pembuktian kan sudah kita lakukan di dua kecamatan dan hasilnya memang produktivitas petaninya meningkat untuk tanaman padi,” ungkap Ning Ita.
Meski demikian, ia menegaskan penggunaan pupuk tetap harus disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman. Pasalnya, karakteristik tanah di setiap wilayah tidak selalu sama.
“Setiap lahan memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, penggunaan pupuk juga perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman agar hasilnya optimal,” tambahnya.
Sementara itu, pemilik CV Syfa, Mardiyah, mengatakan tokonya saat ini melayani kebutuhan pupuk bagi sekitar 200 petani yang tergabung dalam sembilan gabungan kelompok tani (gapoktan).
Menurut Mardiyah, distribusi pupuk kepada para petani selama ini berjalan lancar. Pihaknya juga melakukan pemesanan kembali sebelum stok benar-benar habis untuk menjaga ketersediaan pupuk.
“Kalau stok tinggal satu ton, kami langsung order lagi. Besoknya sudah dikirim,” terang Mardiyah.
Dalam mekanisme pembelian, Mardiyah menerapkan sistem pembayaran secara tunai. Dengan pola tersebut, pupuk yang tersedia dapat langsung disalurkan kepada petani sesuai kebutuhan.
Pengawasan yang dilakukan KP3 Kota Mojokerto ini diharapkan dapat menjaga kelancaran rantai distribusi pupuk dan pestisida, memastikan ketersediaan stok tetap aman, serta mencegah terjadinya kendala dalam pemenuhan kebutuhan petani.
Dengan pengawasan lintas sektor yang dilakukan secara berkala, Pemkot Mojokerto memastikan distribusi pupuk di wilayahnya tetap berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan petani dapat terpenuhi. (Sya)










Balas