Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang janjikan perbaikan atap ruang kelas di SDN 4 Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang yang rusak akibat hujan deras kemarin, Sabtu (4/1/2025).
Kepala Dindik Kabupaten Malang, Suwaji membenarkan hal itu. Dia telah berkomunikasi dengan kepala SDN 4 Lebakharjo untuk renovasi ruang kelas yang atapnya rusak.
“Iya sedang kami perbaiki untuk perbaikannya dan secepatnya bisa tertangani,” kata Suwaji saat dikonfirmasi Selasa (7/1/2025).
Suwaji menjelaskan proses awal untuk perbaikan itu ialah dengan membersihkan material reruntuhan plafon atap serta konstruksi bangunan yang ambruk.
“Penanganan awal dengan kerja bakti yang dikoordinir oleh muspika dan Kades Lebakharjo,” kata dia.
Sementara proses belajar mengajar di sekolah itu masih tetap berjalan walaupun ada kerusakan di ruang kelas.
Pihak sekolah menggambungkan satu ruang kelas yang tidak rusak untuk 2 kelas.
Kepala SDN 4 Lebakharjo, Ernadi membenarkan.
“Sementara ini prosesnya digabung jadi satu ruangan ada dua kelas. Senin (6/1/2025) kemarin, sempat saya gunakan balai dukuh. Namun tidak efektif juga” jelas Ernadi dikonfirmasi, Rabu (8/1/2025).
Dia menjelaskan, proses belajar mengajar satu ruangan dibuat untuk 2 kelas ini bagaimanapun tetap tidak maksimal. Untuk itu, ia berharap ada gerak cepat dari Pemkap Malang untuk perbaikan ruangan. Ada tiga ruang kelas di SDN itu yang atapnya ambruk dan sementara ini tidak bisa digunakan.
“Kami menginginkan agar secepatnya dilakukan renovasi dan pembenahan, karena kerusakan ini berdampak pada proses belajar mengajar di SDN 4 Lebakharjo,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, akibat hujan deras yang menerjang wilayah Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang mengakibatkan atap di tiga ruang kelas SDN 04 Lebakharjo ambruk, pada Sabtu (4/1/2025) lalu.
Dampaknya tiga ruang kelas mengalami kerusakan sedang pada paflon serta kontruksi atap runtuh dengan lebar kurang lebih 8 meter kali 30 meter.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kendati demikian, pihak sekolah juga mengalami kerugian meterial cukup besar. Dari data BPBD Kabupaten Malang kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
“Korban luka nihil, perkiraan nilai kerugian kurang lebih Rp150 juta,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten, Sadono Irawan. (ptu/bob)









