Dinas Perpustakaan Sidoarjo Selenggarakan Gebyar Literasi Anak Usia Dini

Sidoarjo, blok-a.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, menggelar Gebyar Literasi Anak, Senin (2/2/2026).
Sidoarjo, blok-a.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, menggelar Gebyar Literasi Anak, Senin (2/2/2026).

Sidoarjo, blok-a.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, menggelar Gebyar Literasi Anak, Senin (2/2/2026).

Selain kegiatan mewarnai, para peserta dari Kelompok Bermain (KB), TK Citra Tunas Bangsa dan siswa SD Negeri Pucang 3 Sidoarjo, diajak untuk berekspresi secara kreatif serta dikenalkan pada nilai sejarah kearifan lokal Sidoarjo.

Disamping itu, salah satu pesan utama yang ingin disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah budaya menabung sejak dini bagi para siswa-siswi pesertanya.

Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, Erna Kusumawati, menjelaskan bahwa tradisi menabung telah menjadi bagian dari sejarah Sidoarjo sejak masa lampau.

“Jika menilik sejarah, masyarakat Sidoarjo sejak dulu telah mengenal budaya menabung. Budaya tersebut dapat diteladani dari kisah Jaka Pandelegan yang menabung padi di kawasan Candi Pari, Porong.
Sehingga nilai-nilai tersebut penting diwariskan kepada anak-anak, agar sejak usia dini terbiasa menabung,” terang Erna.

Selain pengenalan nilai sejarah, kegiatan mewarnai juga dimanfaatkan untuk mengenalkan identitas Kabupaten Sidoarjo melalui simbol daerah.
Anak-anak kita ajak mengenal huruf “S” yang merepresentasikan Sidoarjo. Dengan visual utama berupa udang dan bandeng sebagai ikon khas daerah.

Melalui kegiatan mewarnai, anak-anak TK dikenalkan pada simbol Sidoarjo, di mana huruf “S” berasal dari bentuk udang dan bandeng. Sehingga dengan cara yang menyenangkan, anak-anak menjadi lebih mudah memahami identitas daerahnya,” jelasnya.

Pada acara kali ini, kehadiran Yuk Cilik Sidoarjo, Desmilana Tenri Zhafeera, makin menambah keseruan dan semangat bagi para peserta.
Kehadiran figur duta anak tersebut mampu memperkaya dan menumbuhkan kedekatan anak-anak terhadap budaya dan pariwisata Sidoarjo. Diantaranya Wisata Bahari Tlocor, Industri Tas dan Koper Tanggulangin, Candi Dermo, Pulau Lusi, Candi Pari, hingga Museum Mpu Tantular.

Melalui Gebyar Literasi Anak, masih menurut Erna, berharap literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca saja. Akan tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan karakter, nilai sejarah, serta kecintaan terhadap daerah sejak usia dini.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam membangun generasi yang literat, berkarakter, dan berakar pada budaya lokal,” pungkasnya. (fah/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com