Perkuat Edukasi HIV/AIDS, Pemkab Gresik Dorong WPA Jadi Penggerak di Masyarakat

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif Sosialisasi HIV/AIDS dan Pengenalan WPA tingkat kecamatan se-Kabupaten Gresik.(ist)
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif Sosialisasi HIV/AIDS dan Pengenalan WPA tingkat kecamatan se-Kabupaten Gresik.(ist)

Gresik, blok-a.com – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Edukasi tidak hanya diarahkan pada aspek pencegahan, tetapi juga bagaimana membangun lingkungan yang peduli dan tidak memberikan stigma kepada orang dengan HIV/AIDS.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan dalam Sosialisasi HIV/AIDS dan Pengenalan Warga Peduli AIDS (WPA) tingkat kecamatan se-Kabupaten Gresik yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik.

Kegiatan berlangsung di Ruang Retno Suwari, Kantor Bupati Gresik, Selasa (6/10/2026), dan dibuka Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

Sebanyak 16 Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan se-Kabupaten Gresik mengikuti kegiatan tersebut. Mereka diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan edukasi HIV/AIDS hingga ke lingkungan masyarakat paling dekat.

Wabup Gresik Asluchul Alif mengatakan, penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan peran bersama. Pemerintah dan tenaga kesehatan tidak dapat bekerja sendiri karena dukungan keluarga dan lingkungan masyarakat juga memiliki peran penting.

Menurutnya, masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS tetap memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan dan menjalani kehidupan secara baik.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan dukungan kepada masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS agar mereka tetap mendapatkan hak untuk hidup sehat, mendapatkan layanan kesehatan, dan menjalani kehidupan secara baik. Dukungan tersebut harus diberikan dengan cara yang tepat, tanpa memberikan stigma maupun perlakuan diskriminatif,” ujarnya.

Karena itu, Alif mendorong agar informasi mengenai HIV/AIDS disampaikan secara benar, sederhana dan mudah dipahami. Edukasi yang tepat dinilai penting untuk membantu masyarakat memahami cara pencegahan sekaligus menghindari berbagai kesalahpahaman yang masih berkembang.

“Kolaborasi dan koordinasi harus terus kita perkuat. Informasi mengenai HIV/AIDS harus disampaikan secara benar dan mudah dipahami masyarakat, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan bersama dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ungkapnya.

Wabup Alif juga mengajak masyarakat membangun lingkungan yang lebih humanis. Menurutnya, stigma justru dapat membuat orang dengan HIV/AIDS enggan mengakses layanan kesehatan atau terbuka mengenai kondisi yang dialaminya.

“Jangan memberikan stigma negatif kepada orang dengan HIV/AIDS. Mari kita bangun lingkungan yang lebih peduli, sehingga upaya penanggulangan HIV/AIDS dari Tingkat paling dasar dapat berjalan dengan baik,” tutur Wabup Alif.

Pendekatan tersebut sejalan dengan penguatan peran Warga Peduli AIDS (WPA). Melalui WPA, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga ikut menyebarkan pengetahuan yang benar mengenai HIV/AIDS di lingkungan masing-masing.

Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Gresik Nur Chakim mengatakan, sosialisasi tersebut menjadi momentum untuk menyatukan pemahaman berbagai unsur dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik.

“Pada kegiatan ini kita berkumpul untuk menyamakan persepsi dan menyatukan visi, bagaimana kita bersama-sama menangani kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gresik. Penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan keterlibatan dan kepedulian dari berbagai unsur di masyarakat,” jelasnya.

Menurut Nur Chakim, WPA merupakan salah satu program KPA yang memiliki peran penting dalam memperluas penyebaran informasi mengenai HIV/AIDS hingga ke tingkat masyarakat.

“Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari salah satu program yang ada di KPA yakni Warga Peduli AIDS. Kami berharap para peserta dapat menjadi bagian dari penyebarluasan informasi yang benar tentang HIV/AIDS,” tambahnya.

Setelah sesi pembukaan dan penguatan pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai pencegahan penularan HIV/AIDS yang disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Puspita Wardani.

Melalui sosialisasi tersebut, Pemkab Gresik berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan yang benar mengenai HIV/AIDS. Di saat yang sama, kepedulian terhadap orang dengan HIV/AIDS juga diharapkan semakin tumbuh.

Dengan keterlibatan pemerintah, tenaga kesehatan, PKK, keluarga dan masyarakat melalui WPA, upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS diharapkan dapat dilakukan secara lebih dekat, humanis dan berkelanjutan, mulai dari lingkungan masyarakat hingga tingkat kecamatan.(Ivn)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu lingkungan hidup, kelautan, sosial, politik, dan peristiwa terkini di Kabupaten Gresik dan sekitarnya.