Surabaya, blok-a.com – Prestasi pelajar Jawa Timur terus mewarnai sepanjang 2022-2023 ini. Kali ini, siswi SMAN 5 Surabaya Nathania, berhasil mengukir prestasi Internasional hanya berbekal penelitian daun Kelor atau Maronggih.
Dia menjadi jawara nomor wahid di ajang kompetisi sains Taiwan International Science Fair (TISF) 2023. Menyisihkan peserta pelajar dari 22 negara.
Nathania meraih gelar first place atau juara 1 kategori Medicine and Health Science. Nathania, sebelumnya meneliti ekstrak daun kelor.
Dia kini satu-satunya pelajar Indonesia yang sukses mendobrak ketatnya kompetisi bergengsi, yang digelar sejak 6 tahun lalu.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi menjelaskan TISF merupakan kompetisi penelitian sains bergengsi.
Dia sana memelihara ilmuwan muda berbakat serta mengembangkan keterampilan penelitian ilmiah, kemampuan inovatif, dan perspektif internasional.
Dengan prestasi Nathania, diharap ada Nathania berikutnya yang membangkitkan peneliti muda Jawa Timur.
Di 2022, prestasi siswa Jawa Timur di bidang sains cukup moncer.
Jatim, Juara Umum pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) serta Juara Umum Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Di ajang TISF 2023 diikuti 22 negara di dunia, yakni Taiwan, Indonesia, Singapura, Thailand, Macau, Filipina, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Ukraina, Iran, Mesir, Luxemburg, Afrika Selatan, Tunisia, Turki, Italia, Brasil, Meksiko, Swiss, Republik Ceko dan USA.
Di ajang TISF 2023 ini, Nathania mengusung inovasi ekstrak daun kelor bertajuk Moringa Extract (Moringa Oliefera) based Silver Nanoparticle Sisal Fabric as Antibacterial Againts Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus.
Inovasi Nathania dinilai paling inovatif. Dia pun mengalahkan pelajar 21 negara dunia.
Sebelumnya, dia pernah meraih medali perak pada ajang National Science Fair for Indonesian Adolescets atau NASFIA 2022 yang diselenggarakan oleh Indonesia Scientific Society (ISS) secara online, November 2022.
Topik penelitian Nathania memanfaatkan bahan-bahan lokal di masyarakat Indonesia daun kelor dan kain sisa.
Sedangkan, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dikonfirmasi, Kamis (16/2/2023) mengatakan saat ini dunia sangat membutuhkan pelajar inovatif di bidang sains dan teknologi.
Karya Nathania, menjadi bukti bahwa Jawa Timur bisa melahirkan peneliti muda tak kalah dengan peneliti luar negeri.
“Selamat anakku Nathania. Prestasi mengharumkan nama Jawa Timur di kancah global,” ujar Khofifah.
“Ada semangat IKI (Inisiatif, Kolaborasi dan Inovasi) dari seorang Nathania. Di sana sarat solusi dan inovasi untuk keilmuan,” tegas Khofifah.
Prestasi siswa SMAN 5 Surabaya ini menjadi awal baik di 2023. Dan menginspirasi rekan sebayanya untuk berprestasi.
Gubernur terus mendorong sekolah dan guru untuk memberikan pembelajaran sains yang inovatif dan kreatif agar peserta didik minat di bidang keilmuan.
“Hal ini tentu juga akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran sains yang baik,” tandasnya.(kim/lio)










Balas