Kota Malang, blok-a.com – Anggaran pendidikan di Kota Malang mengalami kenaikan Rp7,45 miliar dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025. Tambahan dana ini terutama dialokasikan untuk insentif guru, khususnya PAUD, serta rehabilitasi sejumlah sekolah.
Semula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang memperoleh Rp657 miliar. Setelah pembahasan PAK, jumlahnya meningkat menjadi Rp664 miliar.
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, menjelaskan penambahan tersebut bersumber dari kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp6,4 miliar dan pendapatan transfer Rp7,3 miliar.
“Di dalam pembahasan itu memang ada beberapa untuk belanja di pendidikan. Karena memang ada kekurangan terhadap insentif guru, terutama guru PAUD,” jelas Trio.
Trio merinci, tambahan terbesar yakni Rp4,68 miliar untuk menutup kekurangan insentif guru PAUD yang sebelumnya hanya dianggarkan selama sembilan bulan.
“Sebelumnya hanya menerima insentif selama 9 bulan, ini digenapkan 3 bulan sisanya, sekitar Rp4,6 miliar,” lanjutnya.
Selain itu, Rp2,4 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi sekitar 10 sekolah dengan tingkat kerusakan bervariasi.
“Kalau jumlah sekolahnya kisaran 10-an sekolah. Kemudian dilihat juga nanti kondisinya, yang berat, sedang, atau ringan,” ungkapnya.
Tambahan anggaran pendidikan lainnya mencakup Rp320 juta untuk kegiatan kelembagaan sekolah swasta, serta Rp50 juta sebagai insentif bagi SAKIP terbaik.
“Termasuk kita juga harus bekerja dengan memperhatikan waktu. Mulainya PAK ini baru di bulan Oktober 2025,” pungkas Trio. (yog/bob)










Balas