Kota Malang, blok-a.com – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menggelar silaturahmi hangat bersama mantan Wali Kota Malang, Abah Anton, pada Rabu (9/4/2025). Didampingi Wakil Walikota, Ali Muthohirin dan jajaran kepala OPD Kota Malang, Wahyu disambut hangat oleh Abah Anton.
Meskipun pernah menjadi rival dalam ajang Pilkada Kota Malang 2024 lalu, suasana penuh keakraban dan kebersamaan terlihat dalam momen ini.
“Kita silaturahmi, ini hari raya, hari jadi Kota Malang, dan Abah Anton juga baru pulang umroh. Jadi kita sama semua rombongan, kita ajak sini semua untuk bisa sama-sama merayakan,” ujar Wahyu.
Pertemuan ini bukan hanya sebatas temu kangen, melainkan menjadi penanda terbukanya peluang kolaborasi antara dua tokoh penting di Kota Malang. Wahyu menegaskan bahwa pintu selalu terbuka lebar untuk Abah Anton.
“Beliau juga ikut berjasa di Kota Malang ini. Jadi kami tetap memohon juga pada Abah Anton untuk bisa memberikan masukan, apa-apa yang harus dilakukan akan kita diskusikan. Jadi tetap terbuka,” tuturnya.
Lebih jauh, Wahyu menegaskan komitmennya untuk terus menjalin silaturahmi dengan para mantan wali kota lainnya.
“Kita tidak melupakan jasa-jasa ya, karena para walikota sebelum saya ini juga berjasa. Mereka juga mempunyai visi yang sama bagaimana memajukan Kota Malang.” tutur Wahyu.
Wahyu menambahkan bahwa masukan dari Abah Anton sangat berarti. Terlebih, pada saat menjabat Abah Anton terkenal dengan julukan Wagiman (Walikota Gila Taman).
“Taman ini tolong diperhatikan, beliau kan kita kenal sebagai Wagiman, saya juga mau saran-saran beliau, CSR juga, banyak hal-hal yang saya nanti dengan Mas Wawali akan berbicara,” kata Wahyu.
Senada dengan Wahyu, Abah Anton pun menyambut baik ajakan tersebut. Ia menyatakan kesiapan untuk kembali berkontribusi dalam pembangunan Kota Malang, khususnya dalam hal penguatan program CSR dari para pengusaha.
“Pertama adalah bagaimana masyarakat luas mengetahui bahwasannya saya dengan Pak Wahyu tidak ada masalah apapun dan saya siap untuk membantu bagaimana ke depan untuk pembangunan Kota Malang, terutama tadi yang saya bahas masalah CSR yang ingin kita hidupkan kembali,” ungkap Abah Anton.
Ia juga menepis anggapan adanya jarak antara dirinya dan pemerintahan saat ini. Ia menambahkan selalu ingin berkontribusi kepada Kota Malang terkhusus masyarakat.
“Ini biar masyarakat tahu semuanya bahwa apa yang sebetulnya mereka lihat bahwa ada satu kesenjangan, sebetulnya tidak ada. Hanya waktu aja yang belum. Saya sering ketemu Pak Wahyu, walaupun tidak tahu wartawan,” jelasnya.
Momen kebersamaan ini menjadi penegasan bahwa kepentingan Kota Malang berada di atas segalanya, dan kolaborasi lintas generasi pemimpin akan menjadi kunci menuju kemajuan yang lebih baik.
“Intinya itu ingin bersama-sama dengan pemerintah kota untuk kemajuan masyarakat, untuk kesejahteraan masyarakat. Kita dukung Malang Mbois Berkelas,” pungkas Abah Anton. (yog/bob)









