Sidoarjo, blok-a.com – Mengantisipasi terjadinya banjir ulang akibat intensitas curah hujan tinggi di Dusun Bocok kulon, Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Sidoarjo melakukan normalisasi kali patusan sepanjang 1 kilometer yang membentang dari Dusun Kedungbocok Kulon sampai Dusun Klinter.
Upaya normalisasi tersebut dilakukan sebagai solusi agar kejadian banjir yang rutin menggenangi pemukiman warga lingkungan RW 4 itu tidak terus berulang setiap musim penghujan tiba.
Selain faktor curah hujan yang terus meningkat akhir-akhir ini, upaya normalimalisasi akibat pendangkalan saluran buangan perlu dilakukan.
“Akibat sedimentasi yang cukup tinggi, air dari patusan Kedung Bocok Kulon selalu meluber menggenangi pemukiman warga lingkungan RW 4,” ujar Bagus Nurcahyo, Kepala Dusun Kedung Bocok, Rabu (25/12/2024).
Setiap kali musim penghujan, apalagi dengan intensitas curah hujan tinggi, pemukiman warga di lingkungan RW 4 dusun ini selalu terendam air, khusunya di RT 07 dan RT 08, dampak sungai patusan yang tidak mampu menampung debit air hujan.
Normalisasi saluran air menjadi solusi agar banjir tidak terulang lagi.
“Mulai Senin, kami dari pemerintah desa telah melakukan normalisasi saluran air sepanjang 1 kilometer. Mulai dari patusan Dusun Kedung Bocok Kulon hingga Dusun Klinter,” ungkapnya.
Kepala Desa (Kades) Kedungbocok, Khoirun Nisak, menjelaskan Pemdes mendatangkan alat berat ekscavator untuk melakukan pengerukan di kali buangan.
Diperkirakan proses pengerjaannya sekitar satu Minggu. Karena jalur saluran air panjangnya hampir 1kilometer.
“Sejak Senin kemarin kami mendatangkan alat berat ekskavator berskala kecil untuk melakukan normalisasi saluran patusan. Diperkirakan estimasi pekerjaannya sekitar satu minggu dengan panjang volume 1 kilometer,” jelasnya.
Untuk sumber dananya, sambung Khoirun Nisak, menggunakan anggaran Dana Desa (DD) untuk penanggulangan bencana.
“Kami telah mengalokasikan anggaran bencana sebesar 20 juta rupiah dari dana DD tahun 2024, untuk kegiatan normalisasi ini. Kita berharap semoga kegiatan normalisasi saluran bisa menjadi solusi untuk penanggulangan banjir di Dusun Kedung Bocok Kulon,” pungkasnya. (fah/kim)









