Sidoarjo, blok-a.com – Bupati Sidoarjo Subandi memberikan peringatan keras kepada kontraktor pelaksana proyek revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo. Peringatan tersebut disampaikan menyusul molornya waktu pengerjaan serta ditemukannya perbedaan antara perencanaan dan realisasi di lapangan.
Bupati menegaskan, ketidaksesuaian tersebut tidak dapat ditoleransi karena Alun-Alun Sidoarjo merupakan ruang publik strategis yang menjadi wajah kota dan pusat aktivitas masyarakat.
“Yang saya terima dalam perencanaan dan paparan berbeda dengan yang ada di lapangan. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegas Subandi usai rapat internal di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo, Selasa (16/12/2025).
Salah satu sorotan utama Bupati Subandi adalah perbedaan desain dan spesifikasi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Menurutnya, PJU di kawasan Alun-Alun Sidoarjo dan Pendopo sisi depan seharusnya memiliki desain yang seragam, sebagaimana yang diterapkan di kawasan GOR Sidoarjo.
“Lampu PJU di Sidoarjo ini seharusnya diseragamkan seperti di GOR Sidoarjo. Tapi yang terpasang justru berbeda dengan rencana,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat agar proyek revitalisasi tersebut segera diselesaikan sesuai dengan spesifikasi yang telah direncanakan sejak awal.
Bupati berharap perbaikan dan penyelesaian pembangunan Alun-Alun Sidoarjo dapat segera dilakukan sehingga fasilitas publik tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dengan kualitas yang layak dan mencerminkan identitas Kota Sidoarjo.
Selain itu, akibat keterlambatan pengerjaan, kontraktor pelaksana dipastikan akan dikenai sanksi denda. Sesuai kontrak, proyek revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo seharusnya rampung pada 15 Desember 2025. Namun hingga batas waktu tersebut, pekerjaan belum selesai dan memasuki masa perpanjangan hingga 26 Desember 2025.
“Selama masa perpanjangan, kontraktor akan kita kenai denda keterlambatan sebesar Rp25 juta per hari. Bila proyek bisa diselesaikan dalam masa perpanjangan waktu, total denda berjalan dapat mencapai Rp250 juta. Karena progres pekerjaan saat ini mencapai 90,013 persen dengan deviasi 9,98 persen,” pungkasnya.(fah/lio)










Balas