Perumdam Among Tirto Isyaratkan Potensi Kenaikan Retribusi Air Kelas Industri Pada 2023

among tirto
Retribusi air kelas industri berpotensi naik pada tahun 2023, seperti yang diisyaratkan Direktur Perumdam Among Tirto, Edi Sunaedi, Rabu (21/12/2022).(doi/blok-a.com)

Kota Batu, blok-a.com – Penyesuaian dan proyeksi kenaikan retribusi untuk golongan pelanggan niaga dan industri, kemungkinan akan terjadi pada 2023 mendatang, seperti yang diisyaratkan Direktur Perumdam Among Tirto, Edi Sunaedi.

Edi menegaskan, penyesuaian tersebut atas dasar berkembangnya Kota Batu dari segi pariwisata turut menyeret maraknya hotel dan perumahan baru dikawasan sekitar.

“Proyeksi kami naik sekitar 2,5 persen. Ini terjadi karena memang sudah waktunya untuk penyesuaian antara konsumsi air yang digunakan oleh golongan pelanggan industrial dengan retribusinya,” katanya, Rabu, (21/12/2022).

Potensi kenaikan tarif air ini, dikatakan Edi, berpotensi akan berdampak pada hotel yang memiliki bintang empat atau bintang lima, serta pabrik dengan skala besar.

“Perumdam Among Tirto akan menaikkan sebesar 2,5 persen dari tarif sebelumnya, dan kami rasa masih bisa dijangkau,” imbuh dia.

Kendati demikian, ia juga memastikan bahwa pihaknya tidak akan menaikkan tarif air di golongan pelanggan rumah tangga, bahkan ia mengaku akan menambah golongan pelanggan rumah tangga yang saat ini masih memiliki empat golongan dengan satu golongan lagi di 2023 mendatang.

“Saat ini golongan pelanggan rumah tangga ini ada empat, tahun depan kami tambah satu, jadi kami punya lima golongan rumah tangga,” imbuhnya.

Penambahan golongan pelanggan rumah tangga ini, dijelaskan Edi, harus dilakukan sebagai penyeimbang kenaikan tarif di golongan pelanggan niaga dan industri serta menambah target pelanggan di Kota Batu.

“Pada tahun 2016 silam, Perumdam Among Tirto memiliki 10.600 pelanggan sedangkan pada 2022 ini tercatat mencapai 19.700 pelanggan,” papar Edi.

Sementara itu, Walikota Batu Dewanti Rumpoko membenarkan bahwa beberapa pelanggan memang perlu disesuaikan retribusinya untuk bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Apalagi capaian laba dari Perumdam Among Tirto ini sangat bagus dari tahun ketahunnya. Catatan kami pada 2020 lalu Rp 1,19 miliar dan naik menjadi Rp 1,30 miliar di 2021 dan terus meningkat menjadi Rp 2,5 miliar di tahun ini,” tegasnya.

Dewanti juga memberikan masukan kepada Perumdam Among Tirto bahwa kenaikan tarif memang wajar namun harus tetap dalam taraf yang tidak membebankan pelanggan.

“Jadi jangan sampai ada pelanggan yang terbebani dari kenaikan tarif ini. Harus diperhitungkan secara wajar dan seimbang agar nanti juga tidak merugikan daerah,” tandasnya. (doi/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com