Kabupaten Malang, blok-a.com – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang membenahi tata kelola aparatur sipil negara (ASN) kembali berbuah manis. Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI resmi memberikan dua penghargaan sekaligus kepada Pemkot Malang dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah se-Jawa Timur di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (24/7/2025).
Dua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BKN RI Zudan Arif Fakrulloh kepada Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM. Penghargaan yang diraih yakni kategori Layanan Pensiun Terbaik serta Mitra Fasilitator Titik Lokasi Mandiri BKN pada Seleksi CASN Tahun Anggaran 2024.
“Kami bersama Gubernur Jatim mengundang seluruh kepala daerah untuk memperkuat konsolidasi pemerintahan. Tujuannya agar tata kelola ASN lebih efektif dan terintegrasi dengan program nasional hingga daerah,” kata Zudan.
Dalam kesempatan itu, Zudan juga menyoroti pentingnya penerapan sistem manajemen talenta ASN. Strategi ini dinilai mampu menempatkan pegawai sesuai kompetensi, minat, dan kebutuhan instansi.
“Sudah hampir 200 instansi membangun manajemen talenta, tetapi baru sekitar 30 yang benar-benar menerapkannya. Harapan kami, tahun ini bisa tembus lebih dari 100, termasuk dari Jawa Timur,” tegasnya.
Menanggapi itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan komitmennya untuk mempercepat penerapan manajemen talenta ASN di lingkungan Pemkot Malang. Menurutnya, tahapan awalnya sudah dimulai sejak ia menjabat.
“Parameternya sudah kami jalankan. Tahun ini kami kebut semua tahapannya, sehingga pada 2026 sistem manajemen talenta sudah bisa diterapkan sepenuhnya,” ujar Wahyu.
Ia menyebut, sistem ini akan menjadi solusi konkret untuk mengisi kekosongan jabatan, termasuk posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang masih diisi pelaksana tugas (Plt).
“Dengan manajemen talenta, pengisian jabatan tidak perlu menunggu lama. Begitu kosong, dua atau tiga hari bisa langsung ditunjuk pejabat definitif yang sesuai kompetensinya,” tegas Wahyu.
Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan sistem manajemen talenta juga akan diterapkan paralel dengan proses pengisian jabatan yang sedang berjalan, termasuk untuk mempersiapkan dinas-dinas baru yang tengah dirancang.
“Sistem ini bukan hanya soal promosi jabatan, tapi penempatan SDM yang tepat agar roda pemerintahan berjalan optimal,” pungkasnya.
Penghargaan dari BKN ini menjadi tambahan motivasi bagi Pemkot Malang untuk terus memperkuat reformasi birokrasi. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membangun pemerintahan yang lebih responsif dan terukur.








