Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan mengantisipasi pemborongan bahan pokok beras jelang hari pencoblosan Pilkada Kota Malang yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024 mendatang.
Hal tersebut sebagai upaya Pemkot Malang untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, terutama beras.
Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan menyampaikan Pemkot Malang segera melakukan survei di setiap pasar yang ada di Kota Malang. Termasuk juga berkomunikasi dengan distributor non-bulog untuk mengantisipasi kelangkaan bahan pokok tersebut. Tujuannya untuk mengantisipasi kelangkaan sembako tersebut.
“Dalam waktu dekat, kita sudah agendakan untuk survei ke pasar. Kita ke Bulog untuk meningkatkan persediaan supaya tidak terjadi kelangkaan sembako yang menyebabkan kenaikan harga yang merugikan masyarakat,” ujar Pj Iwan.
Iwan menekankan pentingnya untuk mengantisipasi terkait kelangkaan sembako maupun harga yang naik dalam pelaksanaan mendekati hari pencoblosan Pilkada Kota Malang.
“Pembelian tidak jadi masalah. Tapi bagaimana sikap kita dalam mengantisipasi terkait kelangkaan atau harga yang naik” imbuhnya.
Disinggung terkait dengan adanya pemborongan untuk penimbunan beras, Iwan menegaskan akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut jika memang ditemukan adanya penimbunan tersebut.
Sanksi akan diberikan jika pemborongan tersebut dimaksudkan untuk penimbunan sembako.
Namun ia yakin hal demikian itu tidak terjadi di Kota Malang.
“Yang pertama kita positif dulu, kedua sudah ada aturan jika pemborongan yang dimaksud adalah penimbunan. Tentu sanksi akan kita berikan,” tukasnya. (mg1/bob)




