Pemkot Malang Fokus Tangani Banjir, Prioritaskan Bangun Drainase di Titik Rawan

Pj Iwan Kurniawan bersama stakeholder mengecek saluran drainase di kawasan Suhat Malang.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Pj Iwan Kurniawan bersama stakeholder mengecek saluran drainase di kawasan Suhat Malang.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Persoalan banjir masih menjadi perhatian serius di Kota Malang, terutama saat musim penghujan tiba. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai memprioritaskan pembangunan saluran drainase di sejumlah titik rawan banjir.

Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, menyebut bahwa penanganan banjir merupakan bagian dari 11 program prioritas yang telah ditetapkan.

“Di dalam 11 program prioritas, saya coba identifikasi atau ingin fokus ke Suhat (Jl. Soekarno Hatta). Tadi kita ketemu dengan Pemprov Jatim, memastikan bahwa anggaran sudah ada di 2025 dan tinggal eksekusi di Januari akhir,” ungkap Pj Iwan.

Saat meninjau lokasi pembangunan saluran drainase, Iwan mengungkapkan bahwa masih ada beberapa kendala teknis yang perlu segera diselesaikan.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat pelaksanaan proyek tersebut.

“Perlu ada rapat koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Telkom, PDAM, DLH, PLN, dan stakeholder lainnya untuk mendukung perjalanan ini,” jelasnya.

Meski telah memperoleh pendanaan dari Pemprov Jawa Timur, Pemkot Malang tetap mengalokasikan anggaran pendamping sebesar Rp 1,6 miliar untuk pembangunan saluran drainase di kawasan Jalan Candi Panggung Atas.

“Masalah yang paling besar adalah anggaran, satu titik di Suhat sudah selesai didanai provinsi. Tapi kaitannya dengan pohon, tiang listrik, reklame, kabel itu harus kita tuntaskan,” ujar Iwan.

Selain kawasan Suhat, Pemkot Malang juga menetapkan Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Bondowoso di Kecamatan Klojen sebagai prioritas penanganan banjir. Rencananya, kedua lokasi ini akan diajukan kepada Bappenas dan Kementerian PUPR untuk mendapatkan pendanaan di tahun 2026.

“Karena anggaran 2025 sudah digetok, kami coba di 2026. Fokus pendanaan di lembaga Kementerian PUPR, nanti Januari desain kami siapkan sekaligus memaparkan usulan kita,” pungkas Iwan.(yog/lio)

Exit mobile version